Menu

15 Peb 2019, 19:50 WIB

Banyak Perusahaan Hengkang, SPN Sebut Kabupaten Sukabumi Darurat PHK Buruh

Buruh yang tergabung dalam SPN melakukan audensi dengan manajeman perusahaan PT Muara Griya Lestari (MGL) di Kantor Disnaketrans Kabupaten Sukabumi, Jumat (15/1/2019). | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua DPC SPN Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar menyatakan, terdapat lebih dari tiga perusahaan menyatakan diri hengkang dari Sukabumi. Dengan hengkangnya perusahaan tersebut maka, Kabupaten Sukabumi dalam keadaan darutat PHK buruh.

BACA JUGA: Bank Hentikan Fasilitas Letter of Credit, PT MGL Sukabumi Tak Bisa Bayar Upah Buruh

"Ada lebih dari tiga perusahaan menyatakan diri hengkang dari Sukabumi. Ini harus dicari penyebabnya apa, ini harus dicari gejalanya apa, sehingga Bupati, DPRD dan seluruh stakeholder harus berpikir mengenai gejala-gejala yang timbul seperti ini. SPN menyatakan bahkan merekomendasikan agar bupati ini menetapkan darurat PHK buruh di Sukabumi," kata Hera usai menghadiri audensi antara pihak buruh yang tergabung dalam SPN dengan manajeman perusahaan PT Muara Griya Lestari (MGL) di Kantor Disnaketrans Kabupaten Sukabumi, Jumat (15/1/2019).

Hera menuturkan, apabila sejumlah perusahaan tutup dan buruhnya di PHK maka berapa jiwa yang harus kehilangan pendapatan. Sebab kerugian bukan hanya dialami buruh, tapi keluarganya hingga usaha yang terkait diantaranya tukang ojek dan pedagang.

Menurut dia, keadaan yang dialami PT MGL diantaranya, harus menjadi perhatian pemerintah karena hal itu merupakan sebuah indikasi. Pemerintah, kata Hera, harus mengambil tindakan untuk menyelamatkan Sukabumi dari darurat PHK. 

"SPN menyarankan adanya pokja boleh, pansus boleh atau focus group discussion (FGD) antara para pihak stakeholder yang berkepentingan dalam dunia usaha dan dunia industri. Dari teman-teman yang ada di perusahaan lain, baik itu manajemannya, serikatnya jangan tenang-tenang saja. Hal ini bisa terjadi kepada siapapun kepada perusahaan apapun. Karena PT MGL saja baru tahu mau tutup ini di penghujung Desember. Langsung Letter of Credit (LC) nya di tutup. Mohon semuanya waspada," ujarnya. 

Reporter : FADILLAH
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Unit Laka Lantas Polres Sukabumi memberi penjelasan terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Nagrak Sukabumi, Kamis (22/10/2020) sekira pukul 11.00 WIB dan mengakibatkan satu orang terjepit...

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan laut terjadi di Pantai Cikalapa Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di sekitar perairan laut Karangbolong. Satu orang dinyatakan hilang saat menyelam untuk berburu ikan...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat sudah lulus semua tahapan uji klinis. "Sehingga aman dan efektif digunakan," kata...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti total, per 30 September 2020, ada Rp 252,78 triliun dana pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, dan kota, yang disimpan di bank...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya