Menu

27 Okt 2018, 15:42 WIB

Ingin Bangun Pasar Induk Tidak Dekat Kota Sukabumi, Apa Alasan Bupati

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat mengunjungi pameran pangan di Desa Perbawati. | Sumber Foto:Herlan Heryadie

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi, Marwan Hamami membenarkan bahwa Kabupaten Sukabumi harus segera memiliki Pasar induk. Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri undangan di Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/10/2018). 

"Kan potensi kita, agro itu belum terwadahi. Ini kita sedang merencanakan potensi ini diwadahi dalam satu tempat, dimana tempat itu strategis dan bisa mendistribusikan dengan dipacking," kata Marwan kepada sukabumiupdate.com, usai sambutan.

Pasar induk tersebut, kata Marwan, diharapkan bisa menjadi sentra perekonomian rakyat. Terutama dalam menjual hasil alam seperti sayur-sayuran, buah-buahan, serta hasil kebun lainnya.

BACA JUGA: Renovasi Pasar Surade Sukabumi Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Tidak seperti pasar lain, ia ingin di pasar induk sudah tersedia kemasan sehingga tak membuat kumuh. "Jadi sudah terbungkus. Ketika masyarakat butuh, misalnya ada kol sudah bersih, wortel sudah bersih, dipacking per kilo, dua kilo, tiga kilo dan seterusnya. Salah satu potensi ini ada di seputaran dimana mayoritas masyarakatnya bercocok tanam," lanjutnya.

Namun demikian, Marwan belum bisa menentukan lokasi yang tepat untuk pembangunan pasar induk tersebut. Ia juga tak ingin pasar induk Kabupaten Sukabumi terlalu berdekatan dengan Kota Sukabumi, karena bisa merusak perekonomian di Kota Sukabumi.

"Tempatnya dimana, makannya sekarang sedang dikaji dulu oleh tim. Dari semua lokasi yang melakukan kegiatan penanaman sayuran, palawija dan lainnya, aksesnya tidak susah. Yang penting akses dulu," tutup Marwan.

Reporter : HERLAN HERYADIE/ADV
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kebijakan social distancing serta physical distancing yang diterapkan di berbagai negara telah membuat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Dilansir dari suara.com, meski ada yang mulai...

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana tanah longsor menerjang Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/4/2020) malam. Akibat kejadian ini sebuah rumah di Kampung Sundawenang RT 25/11, Desa Sundangwenang, rusak setelah tertimpa...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyebaran Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, sulit dihindari saat ini. Melansir dari tempo.co, itu sebabnya Anda disarankan untuk tetap berada di rumah melakukan social...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Media Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi Wahyu Handriana mengatakan, saat ini berlaku aturan baru untuk menggunakan masker bagi masyarakat umum. Hal itu...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya