Menu

13 Jul 2018, 22:17 WIB

Harga Telur Naik, Pedagang Warung Nasi di Sukabumi Khawatir Gulung Tikar

Pedagang telur ayam di Cibadak. | Sumber Foto:Saepul Ramdani

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat mengeluhkan harga telur ayam yang terus merangkak naik mencapai Rp 32 ribu hingga Rp 33 ribu per kilogramnya. Kenaikan sangat terasa bagi pemilik warung nasi.

Iis Sumiarti (35 tahun) warga Kecamatan Cibadak mengungkapkan setiap harinya membeli telur ayam hingga 4 Kilogram untuk kebutuhan warung nasinya. Iis pun kebingungan saat menjualnya kembali.

"Kenaikan harga telur ayam tersebut cukup memberatkan sebagai pemilik warung nasi. Saya berharap pemerintah bisa mencarikan solusi agar harga telur ayam kembali seperti biasa. Kalau gini terus kita warung nasi bisa gulung tikar," ujarnya.

Sementara itu, pedagang telur ayam di Cibadak, Jamaludin mengungkapkan tidak bisa berbuat apa-apa dengan melambungnya harga telur.

"Kita terpaksa jual Rp 30 ribu sampai Rp 33 ribu perkilogramnya tergantung harga dari tengkulak," jelasnya.

BACA JUGA: Disnak Kabupaten Sukabumi Ungkap Penyebab Naiknya Harga Ayam Potong

Jamaludin yang biasa menghabiskan dua peti dalam satu hari akibat harga naik, satu peti tak habis karena sepi pembeli.

"Dengan kenaikan harga telur sekarang jadi sepi pembeli. Sekarang, satu peti pun nggak habis dalam satu hari. Saya berharap supaya pemerintah bisa kembali menstabilkan harga seperti biasa," jelasnya.

Reporter : SAEPUL RAMDANI
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Wacana penerapan konsep New Normal semakin menguat. Bahkan beberapa perusahaan sudah membuat aturan dan rencana kapan karyawannya kembali bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan. Melansir dari suara.com, Dokter Spesialis...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya dalam memutus penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona. Salah satunya, yakni larangan memarkirkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat di area...

SUKABUMIUPDATE.com - Epidemiolog Pandu Riono meragukan protokol Covid-19 di kantor yang dibuat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bakal dipatuhi. Dilansir dari tempo.co, ia berpatokan pada rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang tenaga kesehatan (nakes) Kota Sukabumi berinisial A, harus menelan pil pahit saat dirinya dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi di RSUD R Syamsudin...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya