//
Menu

20 Okt 2020, 12:00 WIB

Luhut: Indonesia Mulai Dilirik Investor untuk Memindahkan Industri dari Cina

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. | Sumber Foto:Tempo/Fajar Pebrianto

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sebelum pandemi, banyak negara berinvestasi ke Cina. Namun kini, beberapa diantaranya mulai mencari negara lain untuk mengalihkan investasi mereka. "Indonesia adalah salah satu negara yang mulai dilirik para investor untuk memindahkan industri mereka," kata Luhut dilansir dari Tempo.co, Selasa, 20 Oktober 2020.

Di sinilah, kata dia, Indonesia harus mampu memanfaatkan situasi ini untuk membangun ekonominya dalam konteks Making Indonesia 4.0. “Kita perlu mentransformasi kegiatan ekonomi kita dalam usaha membuat Making Indonesia 4.0, supaya kita mampu memanfaatkan situasi ini dengan menunjukkan bahwa kita kompetitif dan mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Luhut berujar penting melakukan transformasi ekonomi dalam era Making Indonesia 4.0 di Indonesia, khususnya dalam masa pandemi Covid-19. “Kita sedang mengalami perubahan lanskap geopolitik yang sangat cepat," kata Luhut.

Perubahan itu, kata dia, ditandai dengan adanya perubahan dunia akibat teknologi dan globalisasi yang sangat cepat, kemudian adanya ketegangan geopolitik yang semakin meningkat di berbagai negara, terutama antara Amerika Serikat (AS) dan Cina dalam konteks perang dagang. "Belum lagi kita juga menghadapi Covid-19 yang semakin mempercepat perubahan lanskap geopolitik dunia,” kata dia.

Dia menuturkan salah satu sektor yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan adalah sektor otomotif, terutama electric vehicle (EV). Menuturnya, Indonesia memiliki sumber daya melimpah dalam pembuatan EV, yakni nikel, aluminium, dan tembaga. Ketiga jenis sumber daya ini dapat diintegrasikan agar membuat industri hilirasi yang kompetitif di ranah persaingan global.

Menurut Luhut produsen mobil dan baterai dunia sedang berlomba mencari destinasi investasi untuk fasilitas produksi mereka. Peningkatan produksi kendaraan listrik dapat menghasilkan penciptaan 10 juta pekerjaan, dan nilai ekonomi sekitar $ 150 miliar karena berkontribusi pada kemajuan terkait dengan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, menurut Global Battery Alliance.

“Apabila semua atau sebagian besar supply chain yang terkait bisa diproduksi di Indonesia, maka Indonesia bisa menjadi pemain kunci secara global di  industri masa depan ini,” kata dia. Luhut juga mengingatkan, bahwa Making Indonesia 4.0 ini mampu berjalan jika pihak industri mampu berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan SDM yang handal.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman mengatakan, memasuki masa tenang pilkada serentak 2020 ini pihaknya akan melakukan pemusnahan surat suara yang rusak. Ferry menuturkan, format...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan alias OTT pejabat di Kementerian Sosial. "KPK telah melakukan tangkap tangan terhadap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada Program Bansos Kemensos,"...

  SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi mengkonfirmasi adanya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang reaktif berdasarkan hasil rapid test yang difasilitasi KPU. "Petugas KPPS difasilitasi oleh KPU...

SUKABUMIUPDATE.com - Pelayanan di Puskesmas Cikidang Kabupaten Sukabumi sementara ini dibatasi dengan melakukan pengurangan jam operasional. Hal itu menyusul ditemukannya pegawai puskesmas yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Pelayanan gak ditutup ya,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya