Menu

23 Sep 2020, 01:00 WIB

Wiku Bantah Kabar Pemerintah Akan Ubah Definisi Angka Kematian Akibat Covid-19

Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia. | Sumber Foto: Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfa

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan bahwa pemerintah tak berencana mengubah definisi angka kematian akibat Covid-19, menjadi hanya akibat virus Corona dan mencoret akibat penyakit penyerta atau komorbid.

"Pada saat ini, pemerintah Indonesia belum ada rencana melakukan perubahan seperti yang diusulkan oleh Gubernur Jawa Timur," ujar Wiku dalam konferensi pers via video conference, Selasa, 22 September 2020, seperti dikutip dari Tempo.co.

Menurut Wiku, pemerintah masih akan tetap menggunakan definisi kematian Covid-19 merujuk aturan dari WHO yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020.

Menurut KMK itu, definisi kematian Covid-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable Covid-19 yang meninggal. Kasus probable yang dimaksud di definisi 'kematian' adalah kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Wacana penyempitan penafsiran kematian Covid-19 ini sebelumnya mengemuka dalam rapat koordinasi penanganan pandemi Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dengan kepala daerah di 9 provinsi, Kamis pekan lalu.

Di rapat itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Kementerian kesehatan memperjelas hitung-hitungan angka kematian.

"Saya ingin memberikan acuan baku mengenai format penghitungan angka kematian. Apakah dihitung dengan Covid atau kematian dengan Covid," kata Khofifah.

Namun, Wiku menegaskan, perubahan definisi kematian tidak akan dilakukan dan masih merujuk aturan WHO.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Memanaskan makanan sudah jadi kebiasaan bagi masyarakat perkotaan. Entah karena kesadaran untuk tidak membuang-buang makanan atau tidak memiliki waktu untuk memasak makanan segar.  Banyak yang mengatakan bahwa makanan...

SUKABUMIUPDATE.com - Pandemi Covid-19, gelombang tinggi, hingga guyuran hujan tak menyurutkan para pelancong lokal hingga luar daerah yang ingin menghabiskan waktu libur panjang dan cuti bersama di pengujung Oktober...

SUKABUMIUPDATE.com - Masa depan bek Bayern Munich David Alaba di klub juara Eropa ini masih belum jelas setelah pembicaraan kontraknya selama berbulan-bulan tak kunjung mencapai kemajuan ke arah kontrak...

SUKABUMIUPDATE.com - Netflix pada pekan ini mengumumkan telah menaikkan harga berlangganannya di Amerika Serikat, demikian diwartakan sejumlah media seperti Digital Trends dan CNBC. Melansir Suara.com, untuk paket standar, harga Netflix...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya