//
Menu

20 Jul 2020, 05:00 WIB

Komisioner Ungkap Penyebab Situs KPU Gampang Diretas

Ketua KPU, Arief Budiman bersama Jajaran Komisioner KPU lainnya saat memimpin jalannya rapat pleno terkait berkas rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilu Luar Negeri pada rapat pleno di Gedung KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu 4 Mei 2 | Sumber Foto:TEMPO / Hilman Fathurrahman W

SUKABUMIUPDATE.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengatakan peretasan kepada situs resmi lembaganya sudah terjadi sejak 2004 atau saat pertama kali menggunakan internet sebagai perangkat kerja untuk akses publik. Melihat kejadian-kejadian sebelumnya ada beberapa faktor yang membuat situs KPU rentan diretas.

Pertama, kata Viryan, tergabungnya server yang digunakan untuk data produksi dan publikasi. "Ketika aplikasinya sama maka ketika ada serangan bisa langsung mengakses data," katanya dalam diskusi publik virtual “Keamanan Siber Teknologi Pilkada 2020”, Ahad, 19 Juli 2020.

Ia menjelaskan KPU sudah mengatasi hal ini dengan membedakan server untuk data produksi dan publikasi. "Sehingga bila terjadi serangan, andai efektif ke publikasi, itu tidak berpengaruh ke data," tuturnya.

Faktor kedua, menurut Viryan, kurangnya literasi tentang keamanan siber pada penyelenggara pemilu. Pengalaman 2014-2018, kata dia, pelaku peretasan bisa masuk ke web KPU lewat media sosial atau email penyelenggara yang berhasil dikuasai lewat metode phising.

"Ini penggunaan siber yang tidak sehat. Misal mengirim password lewat email gratisan. Maka sejak 2018 KPU mewajibkan komunikasi data wajib menggunakan email resmi KPU," ucap dia.

Adapun faktor ketiga adalah kurangnya perawatan terhadap perangkat sistem informasi KPU. Viryan berujar KPU kini bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Badan Siber dan Sandi Negara, Direktorat Cybercrime Mabes Polri, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan membangun gugus tugas pengamanan siber.

"Tim ini intens berkomunikasi dan ada perwakilan lembaga yang terus menerus melakukan penguatan semacam ronda cyber," kata Komisioner KPU Viryan.

sumber: tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah ruang kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi ambruk pada Sabtu (5/12/2020) sekira pukul 05.00 WIB. Perangkat Desa Rambay Samhudin mengatakan,...

SUKABUMIUPDATE.com – Jumlah petugas medis dan tenaga kesehatan di Indonesia yang wafat akiba Covid-19 tris bertambah. Bahkan - Dalam kurun waktu seminggu pertama bulan Desember 2020, angka kematian tenaga...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemuda Kampung Cipeusing RT 01/05 Desa dan Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, berinisiatif mendirikan Bank Sampah Cipeusing (BSC). Selain untuk memberikan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke Sungai...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman mengatakan, memasuki masa tenang pilkada serentak 2020 ini pihaknya akan melakukan pemusnahan surat suara yang rusak. Ferry menuturkan, format...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya