Menu

08 Jul 2020, 14:00 WIB

IDI Nilai Kemenkes Gegabah Tetapkan Batasan Tarif Rapid Test

Sejumlah wartawan dan warga mengikuti rapid tes massal di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Ahad, 28 Juni 2020. | Sumber Foto:TEMPO/Muhammad Hidayat

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto mengkritik langkah Kementerian Kesehatan yang mengeluarkan surat edaran soal aturan penetapan batasan tertinggi untuk pemeriksaan rapid test sebesar Rp150 ribu.

"Kementerian terlalu gegabah dalam mengeluarkan SE tersebut," ujar Slamet kepada Tempo, Rabu, 8 Juli 2020.

Dilansir dari tempo.co, menurut Slamet, besaran tarif tersebut tidak cukup untuk menutup seluruh beban biaya pelayanan. Alasannya, karena harga tersebut impas dengan harga alat rapid test, sementara masih ada komponen lain dalam pelayanan, seperti bahan habis pakai atau alat kesehatan, alat pelindung diri (APD), hingga jasa medis.

"Sekarang harga dasar rapid tes saja sudah Rp150-200 ribu," ujar Slamet.

Dengan kata lain, jika Kemenkes menetapkan tarif maksimal rapid test Rp 150.000, rumah sakit (RS) harus menutupi kekurangan biaya untuk komponen lainnya.

"Harusnya yang dilakukan oleh Kemenkes adalah mengatur harga eceran tertinggi rapid test, bukan tarif pelayanan," ujar Slamet.

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan menetapkan batasan tarif pemeriksaan rapid test sebesar Rp.150 ribu. Penetapan tarif tersebut berlaku mulai tanggal 6 Juli 2020 seperti tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI nomor HK.02.02/I/2875/2020. Hal ini disebut untuk mempermudah masyarakat yang membutuhkan.

"Harga yang bervariasi untuk pemeriksaan rapid test menimbulkan kebingungan di masyarakat. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah dalam masalah pemeriksaan rapid test antibodi agar masyarakat tidak merasa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan," demikian bunyi salah satu poin surat edaran Kemenkes tersebut.

sumber: tempo.co

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi ikut serta dala. gerakan donor darah yang digagas komunitas lari Indorunners Sukabumi, yang digelar di Citimall Kota Sukabumi, Minggu (9/8/2020). Kegiatan tersebut digelar...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebagai strategi meningkatkan kualitas pembelajaran di masa pandemi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah memastikan membagikan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara (ASN), termasuk pegawai negeri sipil (PNS) dan non-PNS.  Melansir Tempo.co, aturan pemberian gaji ke-13 tertuang dalam Peraturan Pemerintah No...

SUKABUMIUPDATE.com - Tim SAR Gabungan bersama nelayan setempat berhasil menemukan jenazah Zayyan Dhiyandra Hanifan (18 tahun), wisatawan yang tenggelam terseret ombak di Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Saat ditemukan,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya