Menu

05 Jun 2020, 05:00 WIB

Pemerintah akan Rekrut Banyak Relawan untuk Kejar Target 30 Ribu Spesimen

Menko PMK Muhadjir Effendy saat konferensi pers Jumat (8/5/2020). | Sumber Foto:YouTube/Sekretariat Presiden

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar proses pengujian spesimen bisa lebih dipercepat dengan target hingga 20 ribu per hari. Dengan begitu, pemerintah berencana untuk merekrut relawan besar-besaran untuk mewujudkan target tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang juga menjadi Ketua Dewan Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bakal mengarahkan Gugus Tugas dan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk terus mempercepat pengujian spesimen.

"Nanti, kami Gugus Tugas dan Kemenkes akan terus mempercepat untuk target 20 ribu dan selanjutnya kita bergerak ke target 30 ribu sesuai dengan perhitungan bapak Presiden," kata Muhadjir dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (4/6/2020).

Untuk memenuhi target, Muhadjir pun menilai perlu peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat untuk pelacakan dan pengujian spesimen secara masif. Sebab untuk memenuhi target tersebut tentunya harus membutuhkan tenaga besar.

Relawan yang dibutuhkan untuk membantu percepatan pengujian spesimen itu ialah mahasiswa di bidang kesehatan masyarakat, keperawatan, dan mahasiswa S2 di bidang biologi molekuler. Ia menyebut kalau Jokowi sudah menyetujui perekrutan relawan itu.

Kemudian Muhadjir mengatakan bahwa perekrutan sukarelawan yang dilakukan itu dapat dioptimalkan pengujian spesimen dengan sistem.

"Ini juga mesti ada shift sehingga alat-alat bisa bekerja dengan optimal, dan kemungkinan kesalahan akibat overload jam kerjanya bisa dikurangi," ujarnya.

Lebih lanjut, Muhadjir juga tidak memungkiri apabila pemerintah akan memanfaatkan sistem Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan program praktik lapangan (PPL) di kampus untuk memasukkan para mahasiswa menjadi sukarelawan dalam pengujian spesimen Covid-19.

"Pak Presiden menyetujui agar Pak Menristek atau Kepala BRIN dengan Menkes dan Mendikbud untuk menginisiasi relawan dan mungkin bisa dikaitkan dengan kegiatan KKN dan PPL mahasiswa-mahasiswa tersebut," katanya.

sumber: suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - 12 petani Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi yang diperiksa Polres Sukabumi Kota terkait dugaan perusakan tanaman teh di area Tanaman Menghasilkan (TM) Blok 16 Afdeling Goalpara...

SUKABUMIUPDATE.com - Ikan yang satu ini tidak muncul setiap saat. Maka ketika ada, warga di daerah pesisir Palabuhanratu akan berbondong-bondong berburu ikan impun di Pantai Muara Citepus, Desa Citepus,...

SUKABUMIUPDATE.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis terhadap dua anggota Brimob Polri selaku terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Dilansir suara.com, masing-masing...

SUKABUMIUPDATE.com - Peristiwa wisatawan terseret ombak di objek wisata pantai di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi kembali terjadi. Seorang wisatawan asal Depok bernama Rizkyansyah terseret ombak di Pantai Pasir Putih yang menjadi tempat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya