Menu

03 Jun 2020, 16:45 WIB

382 Pedagang Positif Corona, Pasar Didesak Taati Protokol

Suasana keramaian warga di Pasar Kliwonan, Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa 19 Mei 2020. Pasar dadakan yang buka setiap hari Kliwon (hari ke-5 pasaran Jawa) tersebut ramai dikunjungi warga meskipun dalam masa pandemi COVID-19. | Sumber Foto:ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

SUKABUMIUPDATE.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menemukan setidaknya 382 pedagang di 64 pasar berbagai daerah positif Covid-19. Dari total tersebut 25 orang diantaranya meninggal dunia karena terpapar penyakit tersebut.

Karena itu, Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, meminta kepada pengelola pasar untuk memfasilitasi pedagang agar bisa menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi. Masa New Normal yang diperkirakan domulai Juni ini kemungkinan akan meningkatkan aktivitas masyarakat di pasar tradisional.

"Hal itu wajib menjadi perhatian bagi pengelola pasar untuk memastikan keamanan transaksi jual beli di pasar tradisional," kata dia melalui keterangan tertulis, Rabu 3 Juni 2020.

Reynaldi mengakatan, pihaknya telah menyebar panduan singkat protokol bagi pengelola dan para pedagang yang mudah dipahami. Seperti diantaranya agar pengelola pasar mengatur ulang jarak lapak antar pedagang satu dengan yang lain.

Kemudian, pengelola pasar melakukan tes suhu kepada pengunjung sebelum masuk pasar. Lalu pengelola pasar atau pedagang harus mempersiapkan pembatas plastik antar pedagang dan pembeli untuk keamanan bersama.

Dalam panduan singkat tersebut juga menjelaskan, pedagang dan pembeli  wajib memakai masker di lingkungan pasar, dan sekaligus selalu menjaga jarak dengan minimal 1 meter.

"Selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan setelah melakukan transaksi dan interaksi. Pengelola pasar juga harus mempersiapkan tempat pencuci tangan di masing-masing blok pasar sekaligus penyemprotan desinfektan," ujarnya.

IKAPPI pun telah melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah di beberapa provinsi, untuk mengadakan rapid test Covid-19 atau tes cepat dan swab di sejumlah pasar.

sumber: tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Google telah membagikan detail tentang rencana fitur yang akan datang untuk aplikasi panggilan videonya, Google Meet. Dikutip dari Suara.com, peningkatan ini untuk menggoda pengguna beralih dari opsi...

SUKABUMIUPDATE.com - Kota Tsuwano di Prefektur Shimane, Jepang, terkenal dengan saluran airnya yang jernih. Ikan-ikan koi berenang dengan elok di selokan yang jernih itu. Nah, bila ingin pemandangan serupa...

SUKABUMIUPDATE.com - Mata cekung bisa membuat penampilan Anda terlihat lesu dan tak segar sehingga kurang percaya diri. Selain cekungan di bawah mata, kondisi ini juga ditandai dengan bayangan gelap...

SUKABUMIUPDATE.com - Ban mobil merupakan komponen yang vital saat berkendara. Selama perjalanan, banyak masalah yang bisa menyebabkan kerusakan ban mobil. Menurut Bridgestone, masalah ban dapat dibagi menjadi empat kategori:...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya