Menu

26 Jan 2020, 16:00 WIB

Sebab Masih Banyak Anak Alami Gizi Buruk dan Stunting

Ilustrasi stunting atau gizi buruk. | Sumber Foto: Shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) oleh Kementerian Kesehatan menyebut angka stunting Indonesia pada 2019 sebesar 27,67 persen. Bila dibandingkan dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018, angka ini berhasil ditekan 3,1 persen dari 30,8 persen dalam setahun terakhir.

Meskipun terjadi penurunan, angka stunting Indonesia saat ini dinilai masih besar. Ketua IDI Kabupaten Cirebon, dr. Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein SpPD MM., menyampaikan di Cirebon saja angka stunting masih di sekitar 9-10 persen. Menurutnya, hal ini disebabkan beberapa faktor.

Pertama, kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan gizi sebelum dan pada masa kehamilan. Kedua, kurangnya akses masyarakat ke makanan bergizi.

"Hal ini karena makanan bergizi di Indonesia mahal," katanya.

Lalu, terbatasnya layanan kesehatan, termasuk layanan ANC-Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu pada masa kehamilan), pascamelahirkan, dan pembelajaran dini yang berkualitas. Terakhir, kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

"Stunting itu masalah bersama. Kesiapan ibu dalam memahami pentingnya gizi baik untuk diri sendiri dan keluarga, pola asuh, dan sanitasi sangat penting dalam mencegah stunting," ujarnya.

Edukasi dasar terkait gizi pun menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait perlu dilakukan guna membantu terbentuknya generasi unggul di masa mendatang.

 

Sumber : tempo.co

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com – Pria yang ditemukan tak meninggal di emperan pertokoan simpang karet Desa Citanglar, Surade Kabupaten sukabumi ternyata ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Setelah diperiksa tim medis, pria yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Dewan Pengawas KPK memvonis Ketua KPK Firli Bahuri bersalah melakukan pelanggaran etik terkait penggunaan helikopter ketika kunjungan dari Palembang ke Baturaja. Melansir Suara.com, vonis itu dibacakan langsung oleh...

SUKABUMIUPDATE.com – Kota Sukabumi mencatat penambahan lima kasus positif covid-19 pada update data harian, Kamis (24/9/2020). Empat dari lima kasus yang diumumkan ini hasil tracing dari kasus positif sebelumnya...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang akan mengikuti perhelatan Pilkada Sukabumi, mendapatkan nomor urut setelah mengikuti rapat pleno pengundian yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya