Menu

25 Jan 2020, 00:00 WIB

Gara-gara Virus Corona, Menhub Sebut Pesawat dari Wuhan Kosong

ilustrasi keberangkatan pesawat terbang | Sumber Foto:istimewa

SUKABUMIUPDATE.com  - Merebaknya virus Corona membuat Kementerian Perhubungan melarang maskapai penerbangan Indonesia terbang dari dan menuju Wuhan, Cina. Dari pantauan di lapangan, Menteri Perhubungan Budi Karya menyebut larangan ini telah diterapkan sejumlah maskapai.

“Kemarin beberapa penerbangan dari Wuhan (ke Indonesia) pun juga sudah kosong,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat ,24 Januari 2020.

Menhub menyadari, sampai saat ini belum ada peringatan atau travel warning dari pemerintah kepada masyarakat untuk terbang ke Wuhan. Budi pun tidak menjelaskan alasannya. “Tapi kami sudah sampaikan (larangan ini) kepada operator (maskapai),” kata dia.

Sebelum adanya larangan ini, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan peringatan telah lebih dulu disampaikan oleh International Notam Office Beijing. Saat ini, ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air.

"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus Corona masuk ke Indonesia melalui jalur penerbangan" kata Polana.

Berdasarkan instruksi tersebut, yatu NOTAM G0108/20, Bandara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternatif, kecuali untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 2 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB). Adapun, penerbangan dari Indonesia menuju kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di Cina.

Setelah, barulah Kemenhub ikut mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktur Keamanan Penerbangan Nomor : SE.001/DKP/I/2020 pada 20 Januari 2020 yang berisikan sejumlah perintah kepada maskapai.

Pertama, melengkapi kartu general declaration (Gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan di bandara kedatangan. Kedua, melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas apabila terdapat orang/ penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara.

Ketiga, memberikan kartu kewaspadaan kesehatan (alert card) sebelum kedatangan (untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit) kepada penumpang, dan memastikan kepada penumpang untuk lapor kepada petugas apabila dirinya merasa ada kecurigaan tertular virus Corona. Keempat, memberikan pengumuman di dalam pesawat (on board) agar penumpang melaporkan kepada petugas pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah di negara terjangkit.

 

Sumber : tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Anak-anak banyak belajar dari lingkungannya. Seperti tanah liat, karakter mereka mudah dibentuk seseuai keinginan orang tua. Anda dapat memberinya ceramah tentang bagaimana menjadi orang yang baik. Tapi...

SUKABUMIUPDATE.com - Selain daunnya, buah kelor juga memiliki banyak khasiat yang tak kalah hebat. Buah yang sering disebut moringa ini berpotensi untuk mencegah berbagai penyakit. Jika daun dan bunganya...

SUKABUMIUPDATE.com - Sepuluh tahun penantian warga Desa Bojongkalong, Kecamatan Nyalindung mendapatkan akses jalan yang layak, akhirnya terjawab. Hal itu setelah Jalan Cijangkar- Wangunreja dibuat mulus setelah dilaksanakan perbaikan. Jalan...

SUKABUMIUPDATE.com - Satu lagi potensi wisata yang belum banyak dijamah di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Namanya Pantai Karang Rempag. Letaknya di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap. Pantai Karang Rempag membentang dengan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya