Menu

19 Jan 2020, 20:30 WIB

Teriakan Warga dari Dalam Bus Maut; Istigfar Pak Sopir, Jangan Ngebut!

Kecelakaan bus di Subang tewaskan 6 orang. | Sumber Foto:Antara

SUKABUMIUPDATE.com - Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada rombongan kader Posyandu Kota Depok di Kabupaten Subang membuat para korban selamat trauma.

Salah satunya diakui warga RW 07 Kelurahan Bojong Pondok Terong Kecamatan Cipayung, Tati Rohayati yang mengaku masih trauma dengan kejadian itu sehingga membuatnya takut untuk naik mobil.

"Masih trauma saya trauma. Pas dibawa pakai ambulans ke Depok saya bilang ke sopir jangan ngebut-ngebut, pak. Untuk saat ini masih trauma, karena saya merasakan waktu oleng busnya," kata Tati Rohayati di RSUD Depok pada Minggu (19/1/2020).

Saat terjadinya kecelakaan tersebut, Tati duduk di bagian sisi kiri bus. Saat itu, Tati terkejut karena bus yang ditumpanginya tersebut tiba-tiba berhenti di jalanan.

"Waktu jalan dari lokasi tempat wisata santai jalannya. Tahu tahu berhenti di jalan tanjakan, saya kira macet. Nah, pas itu teman saya nanya ke kernet. Katanya enggak ada apa- apa," tutur Tati.

Setelah itu bus maut itu pun jalan kembali. Kurang lebih 10 menit melaju, tutur Tati, bus tersebut berjalan mulai oleng dan melaju kencang sehingga penumpang di dalam bus berteriak.

"Istigfar pak sopir, istifar pak sopir. Jangan ngebut-ngebut," ucap Tati menirukan saat kejadian nahas tersebut.

Tati mengaku, saat kejadian sudah tak sadarkan diri dan sudah berada di luar bus tersebut.

Korban selamat lainnya, Muniroh (52) mengemukakan, sebelum bus terguling, sopir dan kernet bus sempat berhenti selama dua menit untuk mengecek kondisi seluruh ban dengan cara memukul-mukul ban.

"Saya tanya, kenapa bang? Sopirnya bilang enggak ada apa-apa terus saya disuruh lanjutin lagi karena memang saat itu baru ada sambutan dari panitia acara," katanya.

Muniroh, yang saat kejadian duduk persis di belakang sopir, mengatakan pengecekan dilakukan dengan membagi tugas, yakni sopir mengecek ban bagian kanan, sedangkan kernet memeriksa ban sisi kiri.

Selang 10 menit usai pengecekan, Muniroh mengatakan bus oleng hingga akhirnya terbanting bagian belakang lebih dulu yang kemudian sisi depan bus turut terjatuh.

"Setelah ngecek ban itu sopir bawa kencang banget. Sampai kami pada berteriak pak sopir jangan ngebut, pada histeris," katanya.

Sebelum bus terlempar dan akhirnya terguling, Muniroh mengaku melihat ada gelagat yang tak beres. Sebab, kernet bus yang awalnya duduk di dekat pintu kemudian berlari ke belakang ke bagian kursi penumpang.

"Saya curiga, wah bahaya nih, benar saja. Akhirnya saya berdiri dan pegangan ke sela-sela bagasi yang ada di atas saya," kata Muniroh.

 

Sumber : suara.com

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan listrik yang sering kali padam. Dalam sehari, bisa terjadi tiga kali padam. Sekali padam bisa sampai satu jam.  Menurut warga Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu orang Pembina Pramuka sekaligus guru di SMPN 1 Turi Sleman dengan inisial IYA sebagai tersangka kasus susur sungai. Status tersangka itu ditetapkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Tak sedikit travelers yang merasa khawatir dengan kesehatan mereka saat traveling karena ancaman virus corona baru atau Covid-19. Belum lama ini, sepasang penumpang pesawat di Australia diketahui rela...

SUKABUMIUPDATE.com – Kasus tewasnya Raisad Laksana P, siswa MAN 1 Cibadak yang dibacok oleh pelajar sekolah lainnya mengejutkan publik Sukabumi. Korban diserang dan dibacok pelajar lainnya usai menonton pertandingan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya