Menu

13 Des 2019, 03:00 WIB

Fachrul Razi ke Santri: Ada yang Ilmu Agama Tinggi Tapi Korupsi

Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 7 November 2019. | Sumber Foto:Dok. Istimewa.

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Agama Fachrul Razi menyambangi Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Kamis, 12 Desember 2019.

Kedatangan Fachrul untuk bersilaturahmi dengan sejumlah kiai dan santri di pondok pesantren yang lokasinya berada di perbatasan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul itu.

Kedatangan Fachrul disambut pimpinan Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak yakni Kiai Haji Muhammad Najib Abdul Khodir dan Kiai Khaidar atau Gus Khendar. Di sela kunjungannya, Fachrul sempat berdialog dan memberi nasehat kepada para santri pondok itu.

“Saya bilang ke para santri, saat mereka ada di dalam pondok mereka akan senantiasa bertemu dan dilindungi orang-orang baik. Tapi waspada kalau sudah masuk dunia nyata, banyak orang jahat yang akan ajak untuk berbuat jahat,” ujar Fachrul.

Fachrul menuturkan ia meminta santri lebih bisa mawas diri setelah keluar dari pondok. Sehingga, kata dia, tak gampang terjebak pada aksi kejahatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Karena menjadi orang jahat itu sekarang gampang, kamu tinggal tanda tangan saja sudah dapat Rp 10 miliar. Kalau sampai tergoda dengan hal seperti itu akan sangat memalukan keluarga, pondok pesantren, dan bangsa," ujarnya.

Fachrul pun meminta para santri yang masih aktif menjadikan pondok pesantren sebagai tempat memperdalam ilmu, akhlak, dan wawasan untuk membentuk moral bersih sebagai bekal terjun dunia nyata.

Menurut dia, pendidikan pondok pesantren harus bisa menjadi modal para santri menghadapi dunia nyata. Fachrul mencontohkan tidak sedikit para koruptor memiliki ilmu agama tinggi dan hafal Al-Quran namun tetap saja nekat korupsi saat diberi jabatan.

Fachrul menilai para santri memiliki kelebihan karena ditempa pondok pesantren. Seperti kesehatan yang cukup baik karena adanya kebiasaan selalu bangun pagi untuk melaksanakan ibadah salat subuh. Santri juga mendapatkan ilmu umum maupun ilmu agama serta social.

Selain itu, menurut Facrul Razi para santri juga dididik amanah karena orang tua telah percaya menitipkan mereka agar dapat memperdalam akhlak dan moral melalui pendidikan pesantren.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal di Kabupaten Sukabumi, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) beserta jajaran Polres Sukabumi sisir tempat-tempat keramaian di...

SUKABUMIUPDATE.com - Mobil pick up Suzuki SS nomor polisi F 8455 VC terjun ke jurang di Jalan Provinsi Sagaranten - Tegalbuleud, tepatnya di Tanjakan Karang, Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog,...

SUKABUMIUPDATE.com - Ladang ganja seluas 1 hektar ditemukan di Lembang, Bandung Barat. Akibatnya, YN (25 tahun) seorang petani di kawasan perkebunan di wilayah Lembang, Bandung Barat ditangkap Satresnarkoba Polres...

SUKABUMIUPDATE.com - Plt Bupati Cianjur Herman Suherman berjanji akan terus mendampingi proses pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Cianjur Selatan. Surat Kesepakatan DOB Cianjur Selatan antara pihak Pemkab Cianjur, DPRD Kabupaten...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya