Menu

09 Okt 2019, 08:12 WIB

Korban Longsor Cianjur Ternyata Sepasang Pengantin Baru

Ilustrasi longsor. | Sumber Foto:shutterstock.com

SUKABUMIUPDATE.com - Dua korban yang tertimbun longsor di Kampung Cirawa, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa 8 Oktober 2019, ternyata sepasang pengantin. Keduanya berhasil ditemukan dalam posisi berpelukan di bawah puing-puing kamar depan.

Kedua korban bernama Muhammad Hendrik, 21 tahun, dan Siti Masrupah, 20 tahun. Keduanya baru mengisi rumah yang tertimbun sekitar 4 bulan sejak menikah.

"Rumah tersebut baru ditinggali sekitar 4 bulan sejak menikah. Orangtuanya sudah pindah karena bercerai," ujar Ida, 40 tahun, bibi korban, Selasa 8 Oktober 2019.

Menurut Ida, peristiwa longsor tersebut terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kampung tersebut. Ada 3 rumah yang tertimpa longsor akibat tebing sawah setinggi 15 meter runtuh. "Saya bersama suami masih sempat lompat menyelamatkan diri, tapi Hendrik dan Siti yang rumahnya di sebelah langsung tertimbun," kata Ida.

Iwan, 39 tahun, uwak korban, menuturkan, saat kejadian dia sedang memberi makan domba di kandang yang lokasinya tak jauh dari rumah keponakannya. Dia mengaku mendengar suara dentuman disertai goncangan seperti gempa. "Tanah terasa bergoyang dan terdengar suara dentuman. Ternyata tebing di belakang rumah runtuh mendorong sawah. Tanah seperti bergelombang dan menimbun rumah," kata Iwan.

Rudi Sjahdiar, petugas Satuan Siaga Bencana Palang Merah Indonesia Kabupaten Cianjur, menjelaskan, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.00 WIB. Kedua jenazah kemudian dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat Cibeber. "Setelah dilakukan otopsi, kedua jenazah kemudian dibawa kembali ke kampungnya. Rencananya kedua korban akan dimakamkan besok," kata Rudi.

Rudi menambahkan, jumlah rumah yang terkena longsor ada 3 rumah. "Ada 3 keluarga yang menghuni ketiga rumah tersebut. Dua keluarga atau 9 jiwa, termasuk balita berusia 2 tahun berhasil selamat. Dua korban meninggal dunia," kata Rudi.

SUMBER: TEMPO.CO

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Wacana penerapan konsep New Normal semakin menguat. Bahkan beberapa perusahaan sudah membuat aturan dan rencana kapan karyawannya kembali bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan. Melansir dari suara.com, Dokter Spesialis...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya dalam memutus penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona. Salah satunya, yakni larangan memarkirkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat di area...

SUKABUMIUPDATE.com - Epidemiolog Pandu Riono meragukan protokol Covid-19 di kantor yang dibuat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bakal dipatuhi. Dilansir dari tempo.co, ia berpatokan pada rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang tenaga kesehatan (nakes) Kota Sukabumi berinisial A, harus menelan pil pahit saat dirinya dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi di RSUD R Syamsudin...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya