Menu

02 Okt 2019, 22:04 WIB

Buruh Tuntut 3 Hal dalam Demo Besar-besaran Hari Ini

Buruh melakukan demonstrasi menuntut disahkannya RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta transformasi BPJS 1 dan 2 di depan gedung MPR-DPR RI, di Jakarta, Jumat (28/10). | Sumber Foto:TEMPO/Eko Siswono Toyudho.

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan bahwa kalangan buruh akan tetap menggelar aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi pada hari ini, Rabu, 2 Oktober 2019.

"Besok kaum buruh akan tetap melakukan aksi besar-besaran di 10 provinsi. Khusus di Jabodetabek, aksi akan di DPR RI," kata Said dalam siaran pers konfederasi yang diterima di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.

Dalam unjuk rasa tersebut, serikat buruh akan menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, dan menuntut revisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Lebih jauh Said Iqbal menyebutkan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Senin lalu merupakan bagian dari upaya menyampaikan gagasan mengenai upaya pemenuhan hak buruh dan peningkatan kesejahteraan pekerja kepada pemerintah.

"Karena presiden yang terpilih adalah Pak Jokowi, sebagai presiden buruh tentu saya harus bertemu dengan Beliau untuk menyampaikan isu dan gagasan kaum buruh sebagai penyeimbang dari gagasan yang telah disampaikan pengusaha," kata Said Iqbal.

Namun, ia melanjutkan, upaya memperjuangkan pemenuhan hak buruh tidak cukup melalui lobi. Oleh karena itu, pekerja akan tetap melakukan demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi pada hari ini.

Demonstrasi juga merupakan upaya untuk memperjuangkan pemenuhan hak-hak buruh dan peningkatan kesejahteraan buruh secara konstitusional.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Timur menyiagakan sekitar 3.000 personel gabungan untuk mengamankan demo buruh yang direncanakan digelar di depan Gedung Negara Grahadi dan Gedung DPRD Jawa Timur hari ini

"Konsentrasi pengamanan terkait kegiatan buruh ada di dua titik dan kami estimasikan kekuatan bersama TNI sekitar 3.000 personel," ujar Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto kepada wartawan di Surabaya, Selasa, 1 Oktober 2019.

Toni berharap unjuk rasa yang dilakukan sekitar 5.000 buruh tersebut berjalan aman dan lancar, seperti yang terjadi saat aksi di Kota Pahlawan selama ini.

Adapun  isu yang akan disuarakan para buruh di Surabaya, kata Toni, terkait ketenagakerjaan. "Kelihatannya isunya hanya satu, yaitu tentang ketenagakerjaan. Kami belum dengar tuntutan isu yang lain," ucapnya.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kolaborasi yang solid antara berbagai elemen masyarakat santri dan pesantren penting untuk mewujudkan akselerasi perekonomian rakyat di tengah pandemi yang beri dampak...

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Alternatif Nagrak, tepatnya di Kampung Pamuruyan, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/10/2020) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Mobil bak terbuka atau...

SUKABUMIUPDATE.com - Pelayanan Kantor Telkom cabang Cicurug, Kabupaten Sukabumi sementara ditutup. Hal itu disampaikan kepada masyarakat melalui surat bertuliskan "Pelayanan Sementara Ditutup" yang disematkan pada pos satpam. Kabar beredar, penutupan ini...

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan kasus terkonfirmasi positif bertambah 4.432 orang, pada Kamis, 22 Oktober 2020. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sampai pukul 12.00 WIB, jumlah kasus harian positif...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya