Menu

Minggu, 22 September 2019, 07:30 WIB

Sebanyak 1.637 Bangunan Liar di Kota Bogor Digusur Proyek Rel Ganda

Kawasan permukiman liar di Bogor bakal digusur untuk pembangunan double track, Bogor-Sukabumi tahun 2020. | Sumber Foto:Suara.com/Rambiga

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 1.637 bangunan rumah warga di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat akan terdampak proyek pembangunan double track rel kereta Bogor-Sukabumi. Rencananya, proyek pembangunan tersebut akan dimulai pada awal 2020 mendatang.

Camat Bogor Selatan Atep Budiman mengatakan rumah warga yang terdampak tersebar di beberapa kelurahan di antaranya Rancamaya, Kertamaya, Genteng, Cipaku, Lawang Gintung, Batutulis, Empang dan Bondongan. Sementara sisany, ada dua kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Tengah.

"Rinciannya sekitar 1.500 rumah di Kecamatan Bogor Selatan, sisanya di Bogor Tengah. Yang terbanyak ada di Kelurahan Empang sebanyak 700 rumah warga," kata Atep saat dikonfirmasi, Sabtu (21/9/2019).

Selain itu, ada sekitar 45 fasilitas umum dan sosial yang juga akan terdampak seperti Poskamling, PAUD, majelis taklim dan yang lainnya. Sehingga, kurang lebih 3.000 jiwa di Kota Bogor yang akan terdampak dalam proyek pembangunan double track tersebut.

"Sosialisasi masyarakat, utamanya yang terdampak proyek pembangunan tersebut sudah dilaksanakan sejak minggu pertama September 2019," jelas Atep.

Rencananya, PT KAI akan memberikan uang kerohiman kepada warga pada awal Desember 2019 mendatang secara non-tunai yang meliputi empat komponen, yaitu untuk biaya bongkar, biaya sewa kontrak setahun, biaya mobilisasi dan biaya bagi rumah-rumah yang memiliki nilai ekonomi.

Namun, sebelumnya akan dilakukan penilaian bersama oleh konsultan penilai publik yang ditunjuk Dirjen Perkeretaapian sebagai langkah verifikasi langsung pada Oktober hingga November 2019.

"Kami akan mencoba melakukan verifikasi lebih lanjut guna mengklasifikasi dan mengidentifikasi agar mendapatkan kejelasan lahan atau bangunan warga yang terdampak pembangunan tersebut," ujar Atep.

Atep menambahkan, secara umum warga yang terdampak sudah mengetahui rencana pembangunan tersebut. Ia berharap kepada semua pihak untuk membantu warga yang terdampak pembangunan rel ganda khususnya di Kecamatan Bogor Selatan.

"Rencananya pelaksanaan pembangunannya akan dilakukan mulai awal 2020 mendatang," katanya.

SUMBER: SUARA.COM

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, mengatakan dalam waktu dekat ini akan membangun Gapura Geopark Ciletuh. Pembangunan itu ditargetkan rampung sebelum masuk tahun...

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi gabungan masyarakat dan mahasiswa yang diwakili oleh PB HIMASI dan FRMB Sukabumi di kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, yang awalnya berjalan kondusif menjadi memanas, Kamis (21/11/2019). Hal...

SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswa dan masyarakat menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dengan melakukan aksi demo di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Kamis (21/11/2019). Organisasi PB HIMASI dan Forum Rakyat Miskin...

SUKABUMIUPDATE.com - Dua rumah di Kampung Cimelati RT 04/02, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, terbakar, Kamis (21/11/2019). Kebakaran ini diduga akibat arus pendek listrik dan tidak ada korban...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya