Menu

Selasa, 23 Juli 2019, 05:00 WIB

Brasil Kalahkan RI di WTO, Ayam Ras Impor Bakal Serbu Pasar Lokal

Peternak menimbang ayam broiler jenis pedaging yang dijual murah seharga Rp8 ribu per kilogram di sentra peternakan ayam broiler di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu, 26 Juni 2019. Harga ayam broiler pedaging atau ayam potong turun drastis selama dua pekan te | Sumber Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko.

SUKABUMIUPDATE.com -  Menyusul kekalahan Indonesia atas gugatan yang diajukan pemerintah Brasil ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), maka ayam impor asal negara itu diperkirakan bakal segera menyerbu pasar dalam negeri. Meskipun kalangan peternak mandiri ayam ras dalam negeri telah melayangkan penolakan impor ayam ras dari Brasil, hal tersebut dinilai tak bisa dihindari lagi.

Dewan Pembina Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Sigit Prabowo menyatakan, potensi masuknya impor ayam ras dari negara lain tak bisa dihindari menyusul kekalahan Indonesia atas gugatan yang diajukan Brasil di WTO. Melihat hal ini, Sigit menilai perlu ada kerja bersama antara industri dan peternak mandiri untuk membangun gerakan efisiensi nasional.

“Indonesia jelas sudah dua kali kalah di WTO, secara otomatis kita tidak bisa menghindari keputusan itu. Mau tidak mau ayam impor bisa masuk dan bersaing secara kompetitif,” ujar Sigit seperti dilansir Bisnis, Senin 22 Juli 2019.

Sigit menyebutkan harga jagung sebagai bahan baku pakan merupakan salah satu faktor utama yang mengakibatkan produksi ayam ras dalam negeri tak bisa seefisien ayam impor. Hal ini diikuti pula dengan harga bibit ayam alias day old chick yang juga mahal.

“Persaingan ini nantinya yang bisa menghadapi adalah yang besar. Mereka punya pabrik pakan sendiri, breeding sendiri. Jadi tanpa mencari untung di penjualan broileratau livebird mereka sudah untung di pakan,” Sigit menambahkan.

Dalam surat yang ditujukan terhadap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tertanggal 17 Juli lalu, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Singgih Januratmoko menyatakan keprihatinan atas keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang menyebutkan bahwa Indonesia telah melanggar empat gugatan Brasil mengenai importasi ayam ras beserta turunannya.

Adapun empat pelanggaran yang termaktub dalam laporan panel yang diadopsi Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) pada 22 November 2017 itu mencakup pelanggaran aturan mengenai kesehatan, pelaporan realisasi mingguan importir, larangan perubahan jumlah produk, serta penundaan penerbitan sertifikat kesehatan. “Ini menandai bahwa langkah pemerintah Indonesia untuk menahan masuknya daging ayam impor semakin berat,” tulis Singgih dalam surat tersebut.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang nenek berusia 76 tahun di Australia baru-baru ini tewas setelah beberapa kali dicatuk seekor ayam, demikian diwartakan CNN mengutip sebuah laporan dalam jurnal Forensic Science, Medicine...

SUKABUMIUPDATE.com - Harga daging ayam ras atau ayam potong di Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi masih stabil, meski harga di peternak dilaporkan sempat menyentuh Rp 8.000 per...

SUKABUMIUPDATE.com - Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional, Sugeng Wahyudi mengatakan peternak ayam akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Dewan Perwakilan Rakyat...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya