Menu

20 Jul 2019, 18:24 WIB

Bank Mandiri: Ada 2.670 Rekening Nasabah Ditutup Sementara

(kiri-kanan) Rudi As Aturridha, VP Corporate Communications dan Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas. Konferensi pers Bank Mandiri Terkait Insiden Errornya Sistem Perbankan Bank Mandiri, di Plaza Mandiri, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Juli 2019. | Sumber Foto:TEMPO/ EKO WAHYUDI.

SUKABUMIUPDATE.com - Layanan perbankan dari Bank Mandiri telah pulih dan dapat digunakan seperti sedia kala. Namun, Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas menyatakan masih ada 2.670 rekening nasabah yang ditutup sementara karena melakukan mutasi ketika mendapat penambahan saldo saat terjadi sistem error.

"Untuk 2.670 rekening yang memang jadi mutasi, seperti uang yang keambil dan ketransfer itu sudah kita blok. Ketika saldonya bertambah itu jadi mutasi untuk nanti kita selesaikan," kata Rohan di Plaza Mandiri, Jakarta Pusat, Sabtu 20 Juli 2019.

Dia mengungkapkan bahwa jumlah tersebut sangat sedikit jika dibandingkan dengan 1,5 juta nasabah yang sebelumnya terdampak error sistem perbankan Bank Mandiri.

Untuk nasabah yang mengalami penutupan sementara, Rohan menyampaikan akan mendapat penjelasan dari cabang Bank Mandiri di mana mereka membuat akun tabungannya untuk dijelaskan alasannya.

"Para cabang tempat mereka membuka tabungan akan berkomunikasi dengan mereka dengan membawa mutasi rekening dan sebagainya untuk menjelaskan, karena mungkin mereka tidak mengetahuinya," ujar Rohan.

Rohan juga telah memerintahkan untuk semua cabang Bank Mandiri untuk menghubungi mereka yang mendapati akun rekeningnya ditutup sementara.

"Itu kan nasabah kita pelanggan kita istilahnya. Jadi kita mesti minta para cabang di mana mereka membuat rekening itu untuk menghubungi nasabah," ucap dia.

Dia menegaskan, bahwa sistem perbankan Bank Mandiri telah berjalan belasan tahun dan tidak pernah terjadi insiden seperti ini. Rohan menambahkan bahwa penyebab dari errornya sistem adalah rusaknya salah satu perangkat keras atau hardware.

"Bukan human eror, bukan apa-apa itu, diantisipasi memang sulit. Mungkin bisa dengan membeli hardware lain yang sudah lebih terkenal dayat tahannya," ungkap Corsec Bank Mandiri tersebut.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Ketua Ombudsman Lely Pelitasari Soebekty mengatakan ada indikasi komersialisasi penggunaan alat rapid test Covid-19. “Karena bisa jadi ini hukum ekonomi bekerja,” kata Lely dalam diskusi Perspektif...

SUKABUMIUPDATE.com - Salah satu resep tertua dari makanan manusia berupa adonan yang terdiri dari air dan tepung. Perpaduan dua bahan itu menciptakan rupa yang tak menggugah selera sama sekali:...

SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran melanda sebuah penginapan di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2020) sekira pukul 17.00 WIB. Dari keterangan saksi, api pertama kali terlihat di kamar...

SUKABUMIUPDATE.com - Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan hasil sigi sejumlah menteri yang dinilai layak dicopot dalam rombak kabinet. Dilansir dari tempo.co, beberapa menteri yang dinilai layak diganti justru...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya