Menu

Senin, 15 Juli 2019, 08:20 WIB

Gempa Halmahera: Puluhan Rumah Rusak, 1 Orang Meninggal

Warga memapah seorang manula saat gempa terjadi di pulau Saketa, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu, 14 Juli 2019. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi gempa bumi magnitudo (M) 7,2 pukul 16.10 WIB di 62 kilomete | Sumber Foto:ANTARA.

SUKABUMIUPDATE.com - Gempa  dengan magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan, Minggu, 14 Juli 2019, menyebabkan puluhan rumah rusak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengabarkan, satu orang meninggal dunia.

Bupati Halmahera Selatan Baharain Kasuba mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, rumah warga rusak akibat gempa  berada di Kecamatan Gane Barat Selatan dan Gane Timur Selatan. Di dua wilayah ini ada enam desa yang dikabarkan mengalami kerusakan cukup serius akibat gempa. Enam desa itu adalah Desa Ranga Rangga, Nyonyifi, Papaceda, Lemo Lemo, Dowora

“Saat ini kami terus berkordinasi dengan instansi terkait. Prosesnya masih terus berjalan, dan berdasarkan laporan, memang banyak rumah warga rusak di dua kecamatan tersebut,”kata Baharain saat dihubungi Tempo, Minggu 14 Juli 2019.

Menurut Baharain, selain mendata kerusakan akibat gempa, pihaknya saat ini juga sedang fokus pada penanganan pengungsi yang berada di sejumlah bukit. Pemerintah telah membentuk tim reaksi cepat bencana untuk menangani korban.

"Tim sudah bekerja. Sebagai langkah awal kami sedang mengumpulkan tenda dan memasang tenda di sejumlah lokasi pengungsian. Besok, Pemerintah dibantu TNI dan Polri akan turun ke lokasi memantau langsung kondisi pasca gempa,”ujar Baharain.

Samad Abdurahim, warga Labuha, Halmahera Selatan mengatakan, ada sedikitnya 500 orang yang lari mengungsi di bukit yang berada di Kota Labuha. Umumnya mereka adalah perempuan, anak-anak dan orang tua usia lanjut.

“Rata-rata mereka panik terjadi tsunami. Sebab jarak antara gempa dengan peringatan tsunami sebelumnya  tak begitu lama. Saya sendiri juga ikut ngungsi,” kata Samad yang dihubungi Tempo, Minggu 14 Juli 2019.

Sebelumnya gempa bekekuatan 7,2 skala richter menguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pusat gempa berada di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan dengan kedalaman 29 km. Pusat gempa

gempa bumi terletak pada koordinat 0,56 lintang selatan dan 128,06 Bujur Timur. Gempa itu tergolong dangkal dan dirasakan kuat di daerah Obi dalam skala intensitas V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong, Bolaang Mongondow II MMI.

BNPB dalam akun twitter-nya mengatakan, korban meninggal adalah warga Kecamatan Gane bernama Aisyah.

Kantor Berita Antara mengabarkan, Sekretaris Daerah Halmahera Selatan Helmy Surya Batutehe, mengatakan, belum menerima informasi terkait jatuhnya korban jiwa akibat gempa itu.

Sumber: TEMPO.CO

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi suhu dingin di Sukabumi masih akan berlangsung selama beberapa waktu kedepan. Hal ini karena puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus-September...

SUKABUMIUPDATE.com - Suhu udara yang dingin dalam beberapa hari ini merupakan fenomena yang biasa atau wajar. Fenomena tersebut menandakan datangnya periode musim kemarau. Staf Observatori Bandung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan...

SUKABUMIUPDATE.com - Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 mengguncang Banten, Minggu (28/7/2019) tepatnya pukul 21.25 WIB. Gempa tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan data yang diperoleh dari Stasiun Geofisika BMKG, pusat gempa bumi...

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status Gunung Tangkuban Parahu pada Level I atau Normal. Mereka mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki, untuk tidak turun mendekati dasar kawah, menginap...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya