Menu

Sabtu, 13 Juli 2019, 06:00 WIB

KPK Sita Duit Lebih Rp 3,5 Miliar dari Kamar Gubernur Kepri

Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, memasuki ruangan pemeriksaan pasca terjaring OTT, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019. Nurdin menduduki posisi Gubernur Kepri ketika M. Sani meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta, 8 April 2016 | Sumber Foto:TEMPO/Imam Sukamto.

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun pada Jumat, 12 Juli 2019. Dalam penggeledahan di kediaman gubernur Kepri itu komisi menyita ransel, kardus, plastik dan paper bag berjumlah 13 buah dari kamar Nurdin.

"Uang ditemukan di Kamar Gubernur di Rumah Dinas Gubernur Kepri," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat, 12 Juli 2019. Febri menuturkan uang yang disita berupa mata uang asing berjumlah miliaran Rupiah. Di antaranya, Rp 3,5 miliar, US$33.200, dan Sin$134.711. KPK urung menjelaskan sumber duit tersebut.

KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas Nurdin dalam proses penyidikan kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi reklamasi di wilayah sekitar Kepulauan Riau. KPK menyangka Nurdin menerima suap dari pengusaha untuk mengurus izin reklamasi di pulau-pulau kecil di daerah Kepulauan Riau. Selain itu, KPK juga menyangka politikus Nasdem itu menerima gratifikasi.

Selain Nurdin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono juga ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan pihak swasta bernama Abu Bakar, ditetapkan KPK sebagai pemberi suap.

KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas Nurdin pada Jumat, 12 Juli 2019. Selain rumah dinas, KPK juga menggeledah kantor Gubernur dan Kantor Kepala Dinas Kelautan dan PerikanaN, serta Kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap. "Dari lokasi lain KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan," kata dia.

Sumber: TEMPO.CO

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terhadap majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mereka adalah para hakim, panitera dan...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan 24 orang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara KPK gadungan selama 2018. Mereka diduga mengaku sebagai pegawai KPK untuk memeras uang korban. "Pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima aduan dari puluhan orang mengenai adanya pihak-pihak tertentu yang diduga menipu, meminta uang dengan mengaku-ngaku dari KPK. "Modus yang digunakan adalah seolah-olah ada transaksi...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, selama ini dikendalikan oleh Bupati Remigo Yolanda Berutu dan Sekretaris Daerah Sahat Banurea. Sebab, kursi Wakil Bupati Pakpak Bharat kosong sejak Maju Ilyas Padang...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya