Menu

Sabtu, 25 Mei 2019, 09:40 WIB

Polisi Gandeng Komnas HAM Investigasi Kerusuhan 22 Mei

Sejumlah tersangka dihadirkan dalam rilis barang bukti Ambulans Partai Gerindra yang membawa batu di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Mei 2019. Polisi mengamankan Ambulans Partai Gerindra yang dibawa dari Tasikmalaya bernomor polisi B 9686 PCF yang membawa b | Sumber Foto:TEMPO/M Taufan Rengganis.

SUKABUMIUPDAT.com - Kepolisian akan melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam tim investigasi kerusuhan 22 Mei. Selain itu, polisi juga menggandeng Setara Institute.

"Tim akan bekerja sama dengan lembaga yang imparsial dalam rangka melakukan investigasi itu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

Kemarin, tim investigasi kerusuhan 22 Mei dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tim investigasi itu dipimpin Inspektorat Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Moechgiyarto. Tim akan menyelidiki penyebab dan seluruh aspek terkait rusuh demo 22 Mei.

Pelibatan lembaga nonkepolisian, kata Dedi, dilakukan agar proses penyelidikan semakin detail. Tim, kata dia, juga perlu mengumpulkan berbagai macam alat bukti di lapangan menyangkut peristiwa itu.

Dedi menuturkan pekerjaan tim salah satunya menemukan penyebab tewasnya sejumlah pengunjuk rasa dalam kerusuhan itu. "Nanti kami pilah-pilah penyebabnya, siapa pelakunya akan kami kejar," kata dia.

Dedi mengatakan kepolisian dan TNI sudah berkomitmen tak menggunakan peluru tajam dalam mengamankan demo 22 Mei. Penggunaan senjata api, kata dia, hanya digunakan pleton antianarki. "Dalam kejadian demo tanggal 21-22, pleton antianarki tidak dilibatkan," katanya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Iwan Kurniawan, salah satu tersangka rencana pembunuhan terhadap empat pejabat nasional mengaku kaget ketika mengetahui nama-nama target yang harus ia bunuh. Calon eksekutor pembunuh itu menuturkan, awalnya...

SUKABUMIUPDATE.com - Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI dikabarkan menangkap pemimpin Pondok Pesantren At-Taqwa Cikidang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Umar Burhanudin. Ia diduga terlibat dalam kerusuhan 22 Mei 2019...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya