Menu

Kamis, 23 Mei 2019, 16:18 WIB

Anies Sebut Korban Tewas Kerusuhan Bertambah, Jadi 8 Orang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut membersihkan jalan sisa demonstrasi dan huru hara di depan Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019. | Sumber Foto:TEMPO/M Julnis Firmansyah.

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jumlah korban jiwa dalam kerusuhan 21 dan 22 Mei sebanyak delapan orang. Data tersebut didapat Anies dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta per hari ini, Kamis 23 Mei 2019. 

Jumlah itu bertambah dari sehari sebelumnya yang disebutkannya sebanyak enam orang meninggal. Mereka tersebar di beberapa rumah sakit di Jakarta yang menerima para korban kerusuhan buntut demonstrasi menolak hasil pemilu.

Anies menyatakan menyerahkan proses penyelidikan seputar kematian delapan orang itu kepada kepolisian. "Data-data korban ada di rumah sakit kami," ujar Anies di depan Kantor Bawaslu di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. 

Berikut ini adalah data para korban tewas tersebut. Di antaranya ada yang masih remaja. Satu orang belum diketahui identitasnya. 

1. Farhan Syafero, pria, 31 tahun 

Meninggal di RS Budi Kemuliaan (dirujuk ke RSCM) pada 22 Mei 2019

Alamat: Depok, Jawa Barat. 

2. M. Reyhan Fajari, pria, 16 tahun 

Meninggal di RSAL Mintoharjo pada 22 Mei 2019

Alamat: Jalan Petamburan V, RT 10/05, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

3. Abdul Ajiz, pria, 27 tahun

Meninggal di RS Pelni pada 22 Mei 2019

Alamat: Pandeglang, Banten.

4. Bachtiar Alamsyah, pria. 

Meninggal di RS Pelni pada 22 Mei 2019

Alamat: Batuceper, Tangerang. 

5. Adam Nooryan, pria, 19 tahun 

Meninggal di RSUD Tarakan pada 22 Mei 2019

Alamat: Jalan Sawah Lio II Gg 3 Nomor 6A RT 6/1 Jembatan V, Tambora

6. Widianto Rizky Ramadan, pria, 17 tahun

Meninggal di RSUD Tarakan meninggal 22 Mei 2019

Alamat: Jalan Slipi Kebon Sayur, Kemanggisan, Slipi.

7. Tanpa Identitas, Pria

Meninggal di RS Dharmais pada 22 Mei 2019

8. Sandro, pria, 31 tahun

Meninggal di RSUD Tarakan pada 23 Mei 2019 (dirawat sejak 22 Mei)

Dalam keterangan sehari sebelumnya, Anies menyampaikan enam orang meninggal akibat bentrokan massa dengan aparat gabungan Brimob dan TNI sepanjang Selasa malam dan Rabu dinihari 21-22 Mei 2019. "Jadi kira-kira ada 200 orang luka-luka per jam 9 ini dan ada sekitar enam orang tercatat meninggal," kata Anies di RS Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti yang mendampingi Anies berkunjung ke rumah sakit mengatakan, masing-masing rumah sakit belum bisa mendiagnosa penyebab korban meninggal. Rumah sakit masih mengecek apakah korban meninggal karena luka tembakan atau hal lain.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi Sat Sabhara Polres Sukabumi Kota melakukan penangkapan terhadap beberapa orang diduga kelompok geng motor, viral di media sosial. Foto-foto penangkapan tersebut diposting dalam akun Facebook Sat...

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan kereta api kembali terjadi di Bangladesh. Dua kereta bertabrakan di wilayah bagian timur negara itu pada Selasa (12/11/2019) pagi dan dilaporkan menewaskan sedikitnya 14 orang, kata...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah rumah di Kampung Sinagar RT 03/04 Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi rusak berat tertimpa pohon rambutan, Selasa (12/11/2019). BACA JUGA: Pohon Caringin Tumbang di Jalan Bhayangkara...

SUKABUMIUPDATE.com - Google Indonesia dan YouTube tertarik dengan kemampuan perakit helikopter Jujun Junaedi yang berjuluk Habibie dari Kampung Cibubuay, RT 03/01, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Perwakilan perusahaan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya