Menu

Selasa, 02 April 2019, 18:55 WIB

Suami Istri Terdakwa Pembunuhan Dufi Dituntut Hukuman Mati

Polisi mengawal M. Nurhadi, tersangka pelaku pembunuhan terhadap mantan wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. Dufi ditemukan tewas di dalam drum di kawasan Klapanunggal, Bogor, pada Ahad, 18 No | Sumber Foto:ANTARA/Nalendra.

SUKABUMIUPDATE.com  - Pasangan suami istri terdakwa utama pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, 43 tahun, dituntut hukuman mati. Tuntutan terhadap M. Nurhadi dan Sari Murniasih dibacakan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kelas IA Cibinong, Bogor, Selasa 2 April 2019.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cibinong, Anita Dian Wardhani, menyatakan bahwa kedua terdakwa secara sah dan bersalah telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Keduanya diancam dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 KUHP ayat (1) kesatu.

Sementara, Yudi alias Dasep, terdakwa ketiga, diancam dalam Pasal 340 KUHP jo 56 KUHP. Pasal itu menyebut ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara.

 “Menuntut terdakwa M. Nurhadi dan Sari Murniasih dengan pidana penjara hukuman mati, sedangkan Yudi alias Dasep dengan hukuman 15 tahun penjara dikurangi masa kurungan,” kata Anita di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor, Selasa 2 April 2019.

Menurut jaksa, hal yang memberatkan para terdakwa adalah mereka telah merencanakan pembunuhan yang dikenal dengan kasus mayat dalam drum tersebut. Sementara, yang meringankan bahwa terdakwa dinilai berlaku sopan selama persidangan.

Atas tuntutan tersebut, kuasa hukum para terdakwa yang diwakilkan oleh Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) Pengadilan Negeri Cibinong menyatakan akan melakukan pembelaan. Rencananya, pembelaan akan dibacakan dalam persidangan Selasa 9 April 2019.

Perkara ini dikenal sebagai kasus penemuan mayat dalam drum karena mayat Dufi ditemukan telanjang dalam drum di Bogor pada 18 November 2018 di sebuah kawasan sepi di Kabupaten Bogor. Pasangan suami-isteri Nurhadi dan Sari Murniasih ditangkap di rumah kontrakan mereka di Bekasi dua hari kemudian. Sedang Yudi yang didakwa membantu membuang mayat Dufi ditangkap belakangan di Sukabumi.

Pada hari penangkapan Yudi, polisi di Lampung Utara menemukan mobil toyota Innova putih milik Dufi berdasarkan kesesuaian data nomor mesin dan rangka. Pembunuhan diduga hubungan khusus yang dijalin Dufi dengan dua terdakwa utama.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kepergian siswi SMK Bogor Andriana Yubelia Noven Cahya, yang tewas ditikam sepulang sekolah, membawa duka mendalam bagi Ratih Sekar, sahabatnya.  Di rumah duka RS Borromeus, Bandung, Ratih menumpahkan kesedihan hingga matanya sembap dan basah oleh air mata....

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Frits B Ramandey menilai peristiwa pembunuhan para pekerja jalan dan jembatan di Kabupaten Nduga merupakan pelanggaran HAM serius. "Nah, terkait dengan peristiwa ini,...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 31 orang pekerja Proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua diduga dibunuh kelompok bersenjata, pada 2...

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi telah menangkap dua orang yang diduga terlibat pembunuhan terhadap Ciktuti Iin Puspita, 22 tahun, di Mampang, Jakarta Selatan. Dua orang yang ditangkap itu adalah seorang perempuan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya