Menu

15 Mar 2019, 17:51 WIB

KPU Coret 370 WNA dari DPT Pemilu, Paling Banyak Asal Jepang

Ilustrasi DPT Pemilu. | Sumber Foto:Istimewa.

SUKABUMIUPDATE.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Azis mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah mencoret 370 warga negara asing atau WNA yang memiliki e-KTP dan terdaftar di Daftar Pemilih Tetap atau DPT Pemilu 2019.

Viryan juga menyebutkan, WNA yang dicoret dari DPT Pemilu itu paling banyak berasal dari Jepang.

Menurut dia, 370 orang WNA tersebut merupakan akumulasi dari temuan Ditjen Disdukcapil Kemendagri yang mengungkap ada 103 WNA yang memiliki e-KTP masuk dalam DPT Pemilu.

Kemudian dari hasil penelusuran KPU dari 103 WNA itu, ada 102 orang yang terdaftar di DPT.

"Jadi kita akumulasi, dari 370 (WNA) itu paling banyak dari Jepang," kata Viryan kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).

Viryan mengatakan 370 WNA tersebut sudah dicoret. Dia juga memastikan 307 WNA tersebut saat ini sudah tidak terdaftar di DPT Pemilu.

"Insyaallah tidak masuk DPT," ucap dia.

Sumber: Suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ferrari mendapat peringatan dari federasi otomotif internasional, FIA, karena kedapatan melanggar protokol kesehatan seusai penyelenggaraan Grand Prix Austria akhir pekan lalu. Dilansir dari tempo.co, pebalap Ferrari Charles...

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi memastikan tidak ada intruksi penghentikan pelayanan untuk warga yang ingin mengakses Jaminan Persalinan (Jampersal) di semua mitra fasilitas kesehatan. Surat Dinkes soal penghentian...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Desa Bojongjengkol Dadan Sutisna, angkat bicara terkait persoalan si gadis pelukis asal Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Feby Ayu Rianti (17 tahun) dengan ibu kandungnya Yani. Dadan...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menghukum inkumben yang menggunakan program penanganan pandemi Covid-19 untuk pencitraan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya