Menu

07 Mar 2019, 12:29 WIB

TNI: Orasi Robertus Robet Masukan Berharga Bagi TNI

Robertus Robet. | Sumber Foto:Twitter.com.

SUKABUMIUPDATE.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengatakan tidak tersinggung terhadap isi orasi pengajar Universitas Negeri Jakarta Robertus Robet yang viral di media sosial. TNI justru menilai orasi itu bisa menjadi masukan berharga untuk terus memperbaiki diri.

"Bagi saya sebagai Kapuspen TNI, orasi Pak Robet merupakan masukan berharga untuk membangun kapasitas TNI," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi kepada Tempo, Kamis, 7 Maret 2019. Agar tetap memegang teguh jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional yang profesional seperti yang diamanatkan UU 34/2004.

Sisriadi mengaku baru mengetahui adanya orasi itu. Sebagian yang beredar di media sosial, hanya memotong bagian nyayian Robet yang memelesetkan lagu ABRI. Sisriadi mengatakan orasi itu tidak bisa dilihat dari beberapa potongan saja, namun harus keseluruhan orasi.

Ia menilai orasi itu tidak membahas TNI saat ini, namun lebih kepada kritik terhadap ABRI pada masa Orde Baru. Meski memang orasi disampaikan pada saat demonstrasi menolak wacana perluasan jabatan bagi perwira tinggi TNI, Sisriadi mengatakan hal ini bukan masalah.

"TNI jaman now tidak anti kritik.” Menurut Sisriadi banyak komponen masyarakat sipil yang datang ke Cilangkap memberikan masukan-masukan yang sangat berharga.

Ia pun menegaskan pejabat utama di mabes TNI juga memiliki pemikiran yang sama. Karena itu, ia mengatakan TNI tak akan mengambil sikap apa-apa terhadap Robet.

Video aksi Robet di Aksi Kamisan pekan lalu, 28 Februari 2019 menuai kontroversi dan kritik di media sosial. Robet dituding telah mengkritik dan menghina TNI. Aksi Kamisan adalah unjuk rasa menyuarakan penegakan hukum dan hak asasi manusia yang dilakukan setiap pekan di depan Istana Negara.

Sebelum ditangkap, Robertus Robet bercerita bahwa rumahnya di kawasan Depok, Jawa Barat, itu didatangi dua orang yang mengaku tentara pada Rabu, 6 Maret 2019. "Pembantu saya bilang dua orang yang mengaku aparat militer datang mencari saya pukul tiga sore," kata dia. Aktivis pro demokrasi dipersalahkan melakukan ujaran kebencian.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mulai membuka pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2020. Pada tahap pertama...

SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini sudah memiliki model percontohan Agriculture War Room (AWR). Hal itu nantinya akan digunakan sebagai model...

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar mengejutkan datang dari aktor Ashraf Sinclair, suami Bunga Citra Lestari. Ashraf dikabarkan meninggal dunia karena sakit jantung. Dari informasi yang diperoleh Suara.com, Ashraf Sinclair meninggal dunia, Selasa...

SUKABUMIUPDATE.com - Di era digital saat ini, banyak orang yang baru memulai membangun bisnisnya, karena kemudahan yang didapat dan biaya promosi yang tidak terlalu mahal. Kehadiran media sosial membantu...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya