Menu

28 Jan 2019, 17:29 WIB

Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara Atas Kasus Ujaran Kebencian

Gestur terdakwa musisi Ahmad Dhani saat mendengarkan kuasa hukumnya membacakan duplik dalam persidangan lanjutan dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Jakarta Selatan, 14 Januari 2019. Persidangan tersebut beragendakan pembacaan duplik atau jawaban pihak | Sumber Foto:TEMPO/Nurdiansah

SUKABUMIUPDATE.com - Ahmad Dhani dijatuhi vonis 18 bulan penjara atau 1,5 tahun dalam kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Vonis itu dibacakan oleh ketua majelis hakim Ratmoho dalam persidangan hari ini, 28 Januari 2019.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa dua tahun penjara. "Menjatuhkan pidana penjara selama 1,5 tahun dan menetapkan barang bukti dari penuntut umum dirampas untuk dimusnahkan," kata hakim Ratmoho membacakan vonis di PN Jakarta Selatan, Senin 28 Januari 2019.

Menurut dia, Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Ahmad Dhani dihukum karena melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang dituju atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama ras dan antar golongan atau sara.

Ahmad Dhani menjadi tersangka karena laporan Jack Lapian, pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI 2017. Pendiri BTP Network itu melaporkan Dhani ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017.

Jack melaporkan tiga cuit musikus tersebut di akun twitternya. Ketiga unggahan status di media sosial Dhani tersebut dianggap mengandung unsur ujaran kebencian.

Sebelum memasuki ruang sidang, Ahmad Dhani sangat optimistis bakal bebas. Dia mengatakan akan menerima apapun vonis hakim hari ini. Dalam sidang sebelumnya, jaksa menuntut Ahmad Dhani dua tahun penjara.

"Apapun keputusannya itu adalah kemenangan saya," kata Ahmad Dhani setibanya di PN Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari 2019.

Ahmad Dhani menuturkan apapun hukuman yang dijatuhkan hakim merupakan jalan yang harus dilalui. Menurut dia, apapun hasil vonis hakim akan berdampak baik terhadap masa depannya. "Jadi apapun vonisnya akan menjadi jalan terbaik buat saya menuju masa depan. Saya seoptimis itu," ucapnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi melakukan pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan jalan, di ruas alternatif Cibadak-Nagrak perlintasan rel kereta api Cibadak. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Asep...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, menegaskan akan segera menindak lanjuti persoalan layanan Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi masyarakat miskin yang dihentikan sementara oleh pemerintah daerah. BACA JUGA: Paripurna DPRD...

SUKABUMIUPDATE.com - "Mayat dibawa ke RSUD Jampang Kulon," kata Kapolsek Ciracap AKP Solikhin, kepada sukabumiupdate.com. Untuk mengungkap identitas mayat pria tersebut, polisi mencari keterangan dari pengusaha ikan di Pangandaran yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menangkap seorang wanita berinisial IN atas dugaan penistaan agama pada Jumat, 10 Juli 2020. Dilansir dari tempo.co, IN mengancam akan merobek Al Quran...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya