Menu

Minggu, 13 Januari 2019, 07:20 WIB

KPKS Nilai Pejabat BPJS TK Mengada-ada Soal Dijebak Rizky Amelia

Koordinator Pembela kekerasan Seksual ( KPKS) Ade Armando, Juru bicara PSI untuk masalah Perempuan, Dara Adinda Nasution dan Korban Kekerasan Seksual, Rizky Amelia memberikan keterangan dalam diskusi publik tentang Melawan Predators Seks : Berkaca pada Du | Sumber Foto:TEMPO/Amston Probel

SUKABUMIUPDATE.com - Kelompok Pembela Korban Kejahatan Seksual (KPKS) menyatakan pernyataan Syafri Adnan Baharuddin yang menganggap dirinya dijebak mantan tenaga kontraknya, Rizky Amelia, terlampau mengada-ada. Anggota Dewan BPJS Ketenagakerjaan non-aktif itu sebelumnya dilaporkan lantaran diduga melakukan kekerasan seksual terhadap Amelia. 

"Coba saja kita baca chat (percakapan) WhatsApp SAB (Syafri) ke RA (Amelia),” kata Koordinator KPKS Ade Armando dalam siaran pers, Jumat, 11 Januari 2019. Menurut Ade, bukti-bukti yang dihimpun dalam pesan pendek itu menyatakan jelas bahwa Syafri memaksa Amel melakukan hubungan khusus. 

Kepada wartawan Syafri sebelumnya mengatakan telah terperangkap dalam hubungan istimewa bersama Amelia selama 2 tahun. Jadi tidak benar jika dia dituduh memperkosa Amelia. Adapun pengakuan Syafri itu dibenarkan oleh Ketua Dewan BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksana. Guntur mengatakan koleganya sudah mengakui hubungan istimewa Syafri dengan Amelia.

Ade berharap Dewan Pengawas tidak terpengaruh oleh ucapan Syafri. Ia juga megimbau Dewan Pengawas mempelajari kasus-kasus yang terjadi di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan.

Ade menambahkan, Amelia menjadi pihak yang tersudut lantaran ia terus-terusan didesak melakukan hubungan seksual. Belum lagi, Amelia acap merasa tertekan lantaran Syafri memiliki sift dominan dan sangat menentukan nasib pekerjaan Amelia.

Dengan fakta itu, Ade mempertanyakan pernyataan Syafri yang merasa dijebak oleh Amelia.  “Lalu bagaimana caranya RA menjebak SAB?” ucapnya. 

Ade menyatakan, tangkapan layar percakapan pesan WhatsApp yang dikirim kepada Amelia pun telah menjadi bukti untuk memperkarakan Syafri. Isi pesan itu lebih-kurang berisi rayuan, desakan untuk menikah, dan ucapan-ucapan yang dinilai tidak seronok. Guna menindaklanjuti kasus ini, Rizky Amelia telah melaporkan Syafri ke Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan Bareskrim Polri.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERKAIT

SUKABUMIUPDATE.com - Calon Presiden Prabowo Subianto menyampaikan lima fokus program kerja dalam pidato kebangsaan yang ia gelar di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Senin malam, 15 Januari 2019. Dia mengklaim hal itu...

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menegaskan pemasangan spanduk provokatif di Jalan Al Habsyi Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah masuk unsur pidana pemilu. "Kami sedang investigasi,...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Frits B Ramandey menilai peristiwa pembunuhan para pekerja jalan dan jembatan di Kabupaten Nduga merupakan pelanggaran HAM serius. "Nah, terkait dengan peristiwa ini,...

SUKABUMIUPDATE.com - Masing-masing kubu pengusung calon presiden atau capres, baik kubu Jokowi - Maruf Amin, maupun Prabowo - Sandiaga Uno menyayangkan jatuhnya korban akibat perbedaan pilihan dalam ajang Pemilihan Presiden...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya