Menu

Sabtu, 12 Januari 2019, 19:18 WIB

Gunung Ibu Meletus, Warga Diminta Jauhi Zona Berbahaya

Kondisi Gunung Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara saat meletus pukul 17.12 WIT, Sabtu, 12 Januari 2019. | Sumber Foto:BNPB

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di jangkauan zona berbahaya dari puncak kawah Gunung Ibu. Hal ini, menyusul terjadinya letusan di Gunung Ibu, Sabtu, 12 Januari 2019.

"Rekomendasi masyarakat dan pendaki tak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 12 Januari 2019.

Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus pada pukul 17.12 WIT, Sabtu, 12 Januari 2019. Pos pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Ibu menyebut tinggi letusan sekitar 800 meter dari puncak kawah.

Kolom abu vulkanik pada letusan Gunung Ibu disebutkan condong ke arah selatan. Meski demikian, Gunung Ibu masih tetap berstatus waspada level 2.

Sutopo mengatakan ada perluasan sektoral zona berbahaya berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu. Namun, kata dia, masyarakat belum perlu mengungsi karena jangkauan masih di luar zona berbahaya. "Masyarakat telah memahami letusan ini dan tidak panik. Sebab hampir setiap hari terjadi letusan," kata Sutopo.

Dia menjelaskan sejak tiga bulan terakhir Gunung Ibu hampir setiap hari mengalami letusan. Bahkan, kata dia, terjadi 80 kali letusan, 18 kali guguran, serta 64 kali hembusan di Gunung Ibu yang tercatat pada 10 Januari lalu. "Namanya gunung api aktif meski status waspada dapat meletus setiap saat. Yang penting masyarakat berada di zona aman," ucapnya.

Menurut Sutopo, saat ini PVMBG terus memantau aktivitas gunung api itu. Masyarakat diminta selalu menaati rekomendasi PVMBG karena lembaga resmi ini yang berwenang memantau dan memberi peringatan dini terkait aktivitas gunung api di Indonesia.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERKAIT

SUKABUMIUPDATE.com - Calon Presiden Prabowo Subianto menyampaikan lima fokus program kerja dalam pidato kebangsaan yang ia gelar di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Senin malam, 15 Januari 2019. Dia mengklaim hal itu...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPRD Kebumen Cipto Waluyo sebagai tersangka kasus dugaan suap pengesahan APBD Kebumen 2015-2016. KPK menyangka dia menerima Rp 50 juta dari Bupati...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebagian besar narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, kabur setelah tembok penjara roboh akibat gempa Donggala pada Jumat petang, 28 September 2018. Petugas lapas tak kuasa...

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan mewajibkan seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk menggunakan sistem rujukan online mulai 1 September 2018. Penggunaan sistem ini dilakukan demi...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya