Sosok Siswi SMK Bogor Andriana Yubelia di Mata Sahabatnya

Jumat 11 Januari 2019, 01:25 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Kepergian siswi SMK Bogor Andriana Yubelia Noven Cahya, yang tewas ditikam sepulang sekolah, membawa duka mendalam bagi Ratih Sekar, sahabatnya. 

Di rumah duka RS Borromeus, Bandung, Ratih menumpahkan kesedihan hingga matanya sembap dan basah oleh air mata. Di tepi peti jenazah, ia tak kuasa melihat sahabatnya terbaring dengan gaun hasil rancangannya sendiri.

"Saya nggak menyangka sahabat saya meninggalnya seperti ini," ujar siswi kelas XII SMA Medika di Bandung, Kamis, 10 Januari 2019.

Menjelang tengah hari berbaju seragam sekolah, Ratih datang bersama dua orang kawannya ke rumah duka. Mereka bersama keluarga besar melepas kepergian Andriana untuk selamanya hingga ke pemakaman Cimuncang, Bandung.

Andriana, yang biasa disapa Noven, menjadi korban pembunuhan Selasa 8 Januari lalu. Sepulang sekolah melewati jalan gang, dadanya ditusuk dengan badik oleh seorang pria hingga tewas di tempat.

Siswi kelas XII Jurusan Tata Busana Butik SMK Baranangsiang Bogor itu merantau untuk memenuhi impiannya menjadi desainer. Tiap liburan sekolah ia pulang ke rumah keluarganya di Bandung.

Ratih dan Noven bersahabat sejak mereka sekolah di SMP Santo Yusuf Bandung sejak di kelas 7-8 kemudian pisah saat kelas 9. "Dia orangnya baik. Sama siapa pun yang nggak dikenal juga baik, kenapa harus kayak gini," kata Ratih.

Lulus SMP, Noven sudah merancang cita-cita sebagai desainer. Menurut Ratih, ia memilih sekolah swasta di Bogor daripada sekolah negeri di Bandung. "Waktu SMP masuk rangking 10 besar terus, pas SMK peringkat 5-10 besar," ujarnya.

Sahabatnya itu, kata Ratih, baik dan ramah ke banyak orang, tidak sombong, juga kreatif. "Orangnya ceria dan lebih dewasa dari yang lain," ujarnya.

Selama pisah sekolah, mereka tetap saling berkomunikasi lewat media sosial. Keduanya saling menimpali status yang mereka buat walau tidak rutin setiap hari. Komunikasi itu terjalin sampai Selasa pagi sebelum Noven meninggal.

Menurut Ratih, sahabatnya itu sempat menulis status tentang sakit. "Panas (demam), tapi nggak cerita, nggak ada obrolan cuma (status) itu doang," katanya.

Kini siswi SMK Bogor yang ramah dan ceria itu telah pergi selamanya. Ratih kehilangan sahabat yang setia mendengarkan ceritanya soal apa pun. Saat liburan sekolah mereka biasanya bertemu di Bandung. Kamis tengah hari, 10 Januari 2019, ia mengantarkan sahabatnya dalam pertemuan terakhir sebelum dimakamkan di Cimuncang Bandung.

Sumber: Tempo

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkini
Sukabumi20 April 2024, 00:14 WIB

Usai Lebaran, Pasien Membludak di RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Humas RSUD Palabuhanratu Sukabumi sebut pasien yang datang rata-rata mengeluhkan penyakit demam, pencernaan, metabolik, serta penyakit dalam.
Kondisi di sekitar IGD RSUD Palabuhanratu Sukabumi, Jumat (19/4/2024). (Sumber : SU/Ilyas)
Sukabumi Memilih19 April 2024, 23:48 WIB

Yudi Suryadikrama Respon Perundingan Kebonpedes Soal Dukungan Maju Pilkada Sukabumi

Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukabumi, Yudi Suryadikrama merespon pernyataan sejumlah kader partai yang memintanya untuk maju dalam kontestasi Pilkada Sukabumi 2024.
Yudi Suryadikrama Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi | Foto : Ibnu Sanubari
Keuangan19 April 2024, 23:24 WIB

Upaya Bapenda Sukabumi Mudahkan Layanan Perpajakan Bagi Wajib Pajak di Desa

Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri mengatakan inovasi tersebut menekankan pentingnya integrasi sistem administrasi pajak daerah dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri. | Foto: SU/Ilyas (Sumber : SU/Ilyas)
DPRD Kab. Sukabumi19 April 2024, 22:01 WIB

DPRD Minta Bakesbangpol Usut Penyebab Meninggalnya Peserta Seleksi Paskibraka Sukabumi

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Hera Iskandar turut berbelasungkawa atas meninggalnya Kayla Nur Syifa saat mengikuti seleksi Paskibraka.
Jenazah siswi SMAN Negeri 1 Cisaat saat akan diberangkatkan dari RSUD Palabuhanratu menuju rumah duka di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/4/2024). | Foto: SU/Ilyas Supendi
Opini19 April 2024, 21:44 WIB

Menjadi Lelaki Berkualitas: Inspirasi dari Kartini

Sosok Kartini, seorang pejuang kesetaraan gender dari Indonesia pada abad ke-19, memberikan pandangan yang menarik dan relevan, bukan saja bagi perempuan, bahkan bagi kaum laki-laki masa kini.
Dr. Ari Riswanto, M.Pd., MM / Dosen Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi/Pengurus DPW Forum shilaturahmi Doktor Indonesia | Foto : Sukabumi Update
Sukabumi19 April 2024, 21:08 WIB

Dinsos Sukabumi Salurkan Program Makan Untuk Lansia Di Tegalbuleud Sukabumi

Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, bantu salurkan program bantuan makanan bagi lanjut usia (Lansia), yang merupakan program Kemensos RI.
Program makan bagi lansia di Tegalbuleud Sukabumi | Foto : Ragil Gilang
Sukabumi19 April 2024, 21:04 WIB

Kronologi dan Dugaan Penyebab Meninggalnya Siswi Sukabumi saat Ikut Tes Seleksi Paskibraka

Berikut kronologi dugaan penyebab meninggalnya Kayla Nur Syifa Siswi Sukabumi peserta seleksi Paskibraka.
Suasana rumah duka Kayla Nur Syifa di Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/4/2024). | Foto: SU/Asep Awaludin
Life19 April 2024, 20:29 WIB

5 Penjelasan Kenapa Seseorang Mudah Menangis Tanpa Sebab

Ketika seseorang menangis tanpa alasan yang jelas, hal itu seringkali dapat menjadi pengalaman yang membingungkan dan membuat frustrasi.
Kenapa seseorang mudah menangis tanpa sebab | Foto : pixabay/jouycristoo
Sukabumi19 April 2024, 20:11 WIB

Ratusan Buruh Garmen di Cicurug Sukabumi Demo Tuntut Perusahan Bayar Gaji

Ratusan buruh pabrik garmen berdemonstrasi di depan halaman PT Indo Garment Lestari (IGL) tepatnya di Kampung Bojong Pereng, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/4/2024).
Sejumlah buruh pabrik garmen melakukan aksi demo di depan halaman PT IGL | Foto : Ibnu Sanubari
Sukabumi19 April 2024, 20:05 WIB

Cita-citanya Polwan, Orang Tua Terpukul Kehilangan Kayla Siswi Peserta Paskibraka Sukabumi

Orang tua Kayla Nur Syifa peserta seleksi Paskibraka Kabupaten Sukabumi yang meninggal punya cita-cita jadi Polwan.
Orang tua Kayla Nur Syifa peserta Paskibraka Kabupaten Sukabumi yang meninggal saat diwawancarai sukabumiupdate.com di rumah duka (Sumber : SU/Asep Awaludin)