Menu

Jumat, 09 November 2018, 13:43 WIB

RS Polri Minta Keluarga Korban Lion Air Waspadai Modus Penipuan

Sejumlah pegawai Kejaksaan Agung membawa jenazah almarhum Dodi Junaidi saat penyerahan jenazah kepada pihak keluarga di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin, 5 November 2018. | Sumber Foto:TEMPO/Muhammad Hidayat

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala RS Polri Kramatjati, Brigadir Jenderal Musyafak, mengimbau keluarga korban pesawat Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang berhati-hati terhadap modus-modus penipuan. Imbauan diberikan setelah menerima laporan keluarga korban terganggu oleh kontak telepon dari orang tak mereka kenal tapi mengaku tim DVI.

Musyafak mengimbau keluarga korban tidak menggubris panggilan-penggilan telepon yang tidak dikenal dan dicurigai bermodus penipuan. Dia menyampaikan, nomor telepon resmi dari tim DVI adalah: Whatsapp 082125987642 serta call center 081211790961 dan 087888719805.

Musyafak juga menegaskan, proses identifikasi korban Lion Air tidak memungut biaya dari keluarga. "Semua biaya ditanggung Polri," katanya di RS Polri, Kamis malam 8 November 2018.

Musyafak menambahkan belum mengetahui tujuan kontak telepon yang dikeluhkan sejumlah keluarga korban tersebut. "Untuk diminta duit atau tidak kami belum tau, tapi mengganggu," katanya.

Berdasarkan manifes, Tim DVI RS Polri bertugas mengidentifikasi 188 korban Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang pada 29 Oktober 2018. Hingga Kamis malam, sebanyak 71 korban telah berhasil diidentifikasi. Mereka terdiri dari 52 laki-laki dan sisanya perempuan.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Perhimpunan Peternak Ayam Nasional (PPAN) Jawa Barat Herry Dermawan meragukan impor jagung 100 ribu ton cukup menutupi kebutuhan jagung untuk campuran pakan ternak ayam. “Yang dibutuhkan bukan 100...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menjadi saksi mata peristiwa teror di Melbourne, Australia, yang terjadi pada Jumat, 9 November 2018 sekitar pukul 16.20 waktu setempat. Dia mengatakan hanya berjarak...

SUKABUMIUPDATE.com - Diduga depresi karena gagal nikah, tak punya pekerjaan, dan penyakit yang tak kunjung sembuh, Rohandi, 31 tahun, nekat menyerang Kepolisian Sektor Penjaringan. Akibat perbuatannnya, satu polisi terluka karena sabetan golok...

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror langsung mendatangi Markas Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat dini hari 9 November 2018. Mereka datang tak lama setelah penyerangan dengan senjata tajam oleh...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya