Menu

Kamis, 08 November 2018, 19:48 WIB

Istri-istri Korban Berebut Uang Duka, Lion Air Siapkan Tim Hukum

Keluarga korban kecelakaan melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Pesawat Lion Air JT 610 jatuh pada Senin, 29 Oktober 2018, di perairan Karawang. | Sumber Foto:TEMPO/Muhammad Hidayat

SUKABUMIUPDATE.com - Manajemen Lion Air terpaksa mengerahkan sejumlah stafnya demi menyelesaikan keributan yang terjadi antara lima orang istri dari salah satu korban pesawat JT 610, yaitu Rudolf. Tiga dari lima istri ini dikabarkan sempat terlibat aksi dorong-dorongan di lokasi pengidentifikasian korban di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Solusi awal dari kami adalah secara kekeluargaan dulu," kata Corporate Communication Lion Air, Ramaditya Handoko di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 8 November 2018. Lion mengerahkan stafnya untuk membantu masing-masing istri dan Rama diminta untuk membantu istri pertama.

Kejadian ini, kata Rama, terjadi pada Selasa, 6 November 2018. Setelah terjadi keributan kecil di RS Polri, manajemen Lion, para istri ini, dan jenazah Rudolf pun menuju ke rumah duka di Rumah Sakit Dharmais, Slipi, Jakarta Barat. Di sana, pihak Lion Air mencoba memediasi ketiga istri ini.

Akan tetapi, masalah belum selesai karena dua istri lainnya disebut ikut terlibat sehingga mereka pun membawa kuasa hukum masing-masing untuk menyelesaikan perkara ini. Saat ini pun, anggota keluarga ini masih berkumpul di Dharmais untuk mencari jalan keluar.

Lion Air tidak ingin terlibat terlalu jauh dalam perkara keluarga ini. Walau begitu, kata Rama, Lion tetap mempersiapkan tim hukum dari pihak internal untuk membantu menyelesaikan perkara ini. Kuasa hukum ini hanya sebatas membantu jika nanti perkara di bawa ke meja hijau. "Kalau untuk kuasa hukum mereka, itu diserahkan ke mereka," ujar Rama.

Lion Air hanya akan memberikan uang duka sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Uang duka yaitu sebesar Rp 25 juta untuk satu korban, bukan untuk satu istri. Selain itu, ada juga uang asuransi pokok Rp 1,25 miliar dan Rp 50 juta uang asuransi bagasi.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERKAIT

SUKABUMIUPDATE.com - Tim Disaster Victim Identifiation (DVI) Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, kembali berhasil mengidentifikasi 20 korban penumpang Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis, 8...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyerangan terhadap terhadap anggota polisi kembali terjadi. Seorang pria mendatangi Markas Polsek Penjaringan Jakarta Utara pada Jumat dini hari, 9 November 2018, dan menyerang petugas yang sedang piket...

SUKABUMIUPDATE.com - Perilaku anak dan remaja di Jabodetabek yang meminum hasil rebusan pembalut wanita makin mengkhawatirkan. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Kesehatan dan Narkotika, Pripotropika, Zat Adiktif...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Perpres ini memuat beleid...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya