Menu

Senin, 20 Agustus 2018, 12:37 WIB

KPK Periksa Ketua PPP Romahurmuziy Sebagai Saksi, Begini Kasusnya

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy saat menghadiri halalbihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romy untuk kasus suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.

"Hari ini diagendakan pemeriksaan kepada Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam kasus dana perimbangan daerah," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 20 Agustus 2018.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Kementerian Keuangan Yaya Purnomo dan bekas anggota Komisi Keuangan DPR, Amin Santono.

Selain itu, KPK menetapkan dua tersangka dari pihak kontraktor, yakni Ahmad Ghiast dan Eka Kamaluddin, sebagai pemberi hadiah.

Terkuaknya kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK terhadap Amin di kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 4 Mei 2018. Dalam operasi itu, KPK menyita Rp 400 juta dan bukti transfer Rp 100 juta kepada Amin, serta dokumen proposal dari mobilnya. Setelah menangkap Amin, KPK menangkap Yaya, serta Ahmad dan Eka di lokasi berbeda.

KPK menduga total uang Rp 500 juta yang diterima Amin adalah commitment fee dari 7 persen imbalan yang dijanjikan dalam dua proyek di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kedua proyek itu dilakukan Dinas PKPP dan Dinas PUPR Kabupaten Sumedang.

Adapun KPK memperkirakan total nilai dua proyek tersebut mencapai Rp 25 miliar. Dengan rincian Rp 4 miliar untuk proyek pertama dan Rp 21,8 miliar dari proyek kedua. Sementara itu, total commitment fee dalam proyek ini diduga sebesar Rp 1,7 miliar.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan penggunaan vaksin Measles Rubella (MR) untuk imunisasi, haram. Meski haram, vaksin MR boleh digunakan. "Penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) hukumnya haram karena...

SUKABUMIUPDATE.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN) memutuskan mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Keputusan ini diambil setelah mantan...

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso mengatakan beberapa ulama dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) akan dimasukkan ke dalam tim pemenangan pasangan bakal calon presiden...

SUKABUMIUPDATE.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan tidak bisa menjadi tim pemenangan dari kubu manapun pasangan calon presiden-wakil presiden. Ia mengaku tidak tahu dirinya dicalonkan menjadi ketua tim kampanye...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya