Menu

14 Agu 2018, 13:22 WIB

PVMBG Minta Pemda Sosialisasikan Rumah Tahan Gempa Lombok

Seorang pengungsi korban gempa bumi mencuci pakaian mengunakan air dari parit di dekat tempat pengungsian di Desa Santong, Kayangan, Lombok Utara, NTB, Sabtu 11 Agustus 2018. Sejumlah tempat pengungsian korban gempa bumi yang tersebar di berbagai wilayah. | Sumber Foto:Tempo.co

SUKABUMIUPDATE.com - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral meminta pemerintah daerah mensosialisasikan pembangunan rumah tahan gempa bagi masyarakat seusai gempa Lombok. “Harus ada sosialisasi bagaimana membuat rumah,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi, PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM, Sri Hidayati di Bandung, Senin, 14 Agustus 2018.

Masyarakat harus memperhatikan bangunan yang hendak dibangun lagi. “Tidak harus mewah, sederhana tapi harus mengikuti kaidah gempa bumi.”

Menurut Sri retakan yang muncul akibat gempa Lombok wajib menjadi perhatian saat akan membangun kembali daerah yang rusak akibat gempa. “Rekahan, atau sesaran, pergeseran ini, jika nanti dibangun lagi, kemudian gempa terjadi lagi, kemungkinan akan mengalami kerusakan yang sama.”

PVMBG juga memberi masukan untuk pemerintah daerah agar merevisi rencana tata ruang dan wilayah agar keadaan ini menjadi pertimbangan membangun wilayah permukiman. Retakan dan pergeseran vertikal menjadi bukti keberadaan sesar.

Tim Tanggap Darurat sempat menelusuri jejak retakan, rekahan, dan pergeseran vertikal itu dari pantai barat Lombok Utara dan Lombok Timur. “Tidak semuanya muncul ke permukaan. Kita coba telusuri,” kata dia.

Tim juga sempat menyusun peta intensitas goncangan akibat gempa Lombok. Lokasi intensitas goncangan paling besar setara VIII MMI berada di Desa Kayangan. “Di Desa Kayangan ini memang lokasi kerusakannya paling berat,” kata Sri.

Sri mengatakan sumber gempa diperkirakan akibat bergeraknya Sesar Naik Busur Flores yang memicu bergeraknya zona lemah di Lombok Utara tersebut. “Patahan Busur Belakang Flores itu bergerak membuat ini pecah. Di situ dulu mungkin sudah ada, tapi karena dipicu pergerakan di atasnya, ini (Sesar Naik Lombok Utara) muncul,” kata dia.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Astra Financial, sebagai salah satu dari tujuh divisi bisnis yang ada dalam Grup Astra di bawah PT Astra International Tbk, kembali hadir untuk berbagi, seiring dengan meningkatnya...

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Lembursitu Kota Sukabumi, tepatnya di sekitar pertigaan Jeruk Nyelap. Seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat akibat tertabrak mobil ambulans dari salah...

SUKABUMIUPDATE.com - Anak-anak banyak belajar dari lingkungannya. Seperti tanah liat, karakter mereka mudah dibentuk seseuai keinginan orang tua. Anda dapat memberinya ceramah tentang bagaimana menjadi orang yang baik. Tapi...

SUKABUMIUPDATE.com - Selain daunnya, buah kelor juga memiliki banyak khasiat yang tak kalah hebat. Buah yang sering disebut moringa ini berpotensi untuk mencegah berbagai penyakit. Jika daun dan bunganya...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya