Menu

Kamis, 05 Juli 2018, 09:20 WIB

Dua Syarat dari Rudiantara Agar Tik Tok Tak Diblokir

Menteri Kominfo Rudiantara bersama CEO Bytemond Ptd. Ltd. Miss Kelly Chang (tengah) dan Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijadi Pangerapan menjelaskan komitmen Penyedia Aplikasi Tik Tok di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (04/07/2018) s | Sumber Foto:kominfo.go.id

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara hari ini mengadakan pertemuan dengan manajemen Tik Tok terkait pemblokiran aplikasi tersebut. Dalam pertemuan tersebut Rudiantara meminta dua hal untuk dilakukan pihak Tik Tok agar aplikasi tersebut dapat dibuka kembali.

"Melakukan dua komitmen yang pertama membersihkan konten-konten negatif yang ada dan kedua komitmen untuk tidak terjadi kesalahan yang sama lagi," ucap dia saat konferensi pers di gedung Kominfo, Rabu, 4 Juli 2018. 

Sebelumnya, Kominfo memblokir aplikasi Tik Tok karena berisi konten-konten negatif. Sebelum melakukan pemblokiran, Rudiantara mengatakan telah menghubungi pihak Tik Tok namun tidak ada respon. "Ada masukan dari masyarakat, kami melakukan pemantauan, akhirnya kami blokir setelah dihubungi tapi enggak ada respon," kata dia.

Senior Vice President Corporate Secretary Beijing Bytedance yang merupakan induk usaha Tik Tok, Zhen Liu mengatakan akan menjalankan dua komitmen yang diminta oleh Rudiantara. "Jadi kami akan melakukan itu untuk memberikan platform terbaik di Indonesia," ucap dia.

Ia mengatakan pihaknya sangat menghormati nilai-nilai  kebudayaan di Indonesia. Sehingga, ke depannya Tik Tok akan berupaya menyediakan konten yang lebih baik lagi.

Selain itu, Rudiantara meminta kepada Tik Tok untuk melakukan filtering untuk konten-konten selanjutnya. Ia juga meminta agar Tik Tok membuka kantor di Indonesia untuk mempermudah komunikasi.

Rudiantara sebenarnya mengapresiasi adanya platform live streaming seperti Tik Tok. Namun, ia tak ingin aplikasi tersebut disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif. "Sebenarnya platform live streaming seperti Tik Tok bagus untuk mengekspresikan kreativitas, tapi jangan disalahgunakan untuk hal yang negatif," ucap dia.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Viral di jagad media sosial Facebook aparat Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polres Sukabumi Kota melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang belum lama ini. Penangkapan diunggah di akun Facebook...

SUKABUMIUPDATE.com - Kejadian tragis terjadi di Kelurahan Tonrorita Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, setelah salah seorang warga beranama Sampara ditemukan tewas dengan kepala terpenggal, Senin (11/11/2019). Kepala mayat itu,...

  SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat di dalam koper berwarna biru tua, Minggu (10/11/2019) kemarin. Mayat itu tepatnya ditemukan warga di semak-semak pinggir...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang profesor asal Rusia Oleg Sokolov (63) diringkus pihak kepolisian atas tuduhan membunuh dan memutilasi pacarnya sendiri. Kepolisian setempat, menarik tubuh pria itu dari sungai yang dingin dan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya