Menu

Kamis, 11 Januari 2018, 15:01 WIB

Inovasi Teknologi Pertanian akan Menarik Minat Petani Zaman Now

Ketua Umum HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko (tengah), diapit Ketua Pemuda Tani Rina Saadah (kiri), dan Ketua Perempuan Tani Dian Novita (kanan). | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com – Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mangatakan, inovasi-inovasi untuk mengembangkan teknologi pertanian akan menarik minat pemuda zaman now.

Seperti dalam siaran pers yang diterima sukabumiupdate.com, Kamis (11/01/2018) siang, langkah dan terobosan seperti itu, menurutnya, dapat menjadi salah satu solusi untuk mengadakan regenerasi petani.

Sebagai contoh, kata dirinya, HKTI telah mengembangkan pesawat drone untuk pertanian. Drone ini sambungnya, antara lain berfungsi untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida pembasmi hama tanaman.

"Hal-hal inovatif inilah yang akan dilakukan anak muda untuk sektor pertanian. Biarkan mereka melampiaskan kreativitasnya untuk pertanian. Nanti, mereka akan mencintai pertanian," papar Moeldoko, disela-sela pelantikan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Tani HKTI, dan Perempuan Tani HKTI, di Sekretariat DPN HKTI, Jalan Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Rabu (10/01/2018) malam.

"Ini bentuk komitmen HKTI untuk turut melibatkan perempuan dan pemuda secara aktif dalam bidang pertanian. Seperti diketahui, kondisi regenerasi pertanian di Indonesia cukup mengkhawatirkan," ujar Moeldoko.

Ia mengatakan, saat ini masih banyak orang yang meragukan petani muda. "Sebagian dari kita ada yang menanyakan, masih adakah petani muda yang ingin turun ke tanah untuk bertani. Melalui tonggak sejarah inilah saya ingin memberikan sebuah kepastian masa depan, bahwa petani muda masih bisa diandalkan," tegas Moeldoko.

BACA JUGA: Kesederhanaan Warnai Pelantikan DPN Pemuda dan Perempuan Tani HKTI

Seperti diketahui, kondisi regenerasi petani Indonesia mengkhawatirkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, jumlah petani muda di Indonesia saat ini 3.359.587, dan tiap tahun terus berkurang.

"Sementara luas lahan pertanian kita saat ini 7,78 juta hektare (Ha). Berarti harus bertani secara modern kan? HKTI harus memperkenalkan modernisasi dunia pertanian, yaitu adaptif terhadap kemajuan teknologi pertanian, namun tetap menjaga kekhasan budaya bangsa Indonesia," jelas Moeldoko.

Namun secara umum, jumlah petani sebenarnya masih cukup banyak. BPS menyebutkan, jumlah petani pada 2013, sebanyak 31,7 juta orang. Jumlah usaha rumah tangga petani, pada 2013 hanya 26,14 juta.

"Sebenarnya secara kuantitas masih besar, tinggal bagaimana kapasitasnya ditingkatkan," ujar Moeldoko.

Sedangkan Ketua Umum Pemuda Tani, Rina Saadah Adisurya menyampaikan, pihaknya memiliki komitmen menyukseskan program HKTI untuk mempercepat proses revitalisasi sektor pertanian Indonesia.

Di antaranya kata Rina, melalui sinergi yang kuat, antara petani, permodalan, industri, dan pasar. "Hanya melalui sinergi yang kuat, pemerintah dapat melindungi petani Indonesia secara terencana dan berkesinambungan,” sampai Rina, dalam kesempatan sama.

Ketua Umum Perempuan Tani Indonesa HKTI, Dian Novita Susanto menyatakan, perempuan adalah pihak yang ikut berjasa, pada proses budidaya pertanian tradisional. Kondisi ini lanjutnya, ditandai dengan peran aktif perempuan dalam mengembangkan budidaya pertanian, melalui keterampilannya.

"Perempuan turut andil mengembangkan pertanian. Di samping peran utama perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga," ujar Dian, seraya menambahkan organisasinya siap menjawab tantangan ketua umum HKTI.

Redaktur : RUDI RUSMANA
Sumber : Istimewa
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.
    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved