Menu

25 Sep 2016, 18:23 WIB

Bupati: Tertibkan Pemungut Dana Sumbangan Bencana Banjir Garut

Ilustrasi Sumbangan Garut. | Sumber Foto:Dok. sukabumiupdate.com

SUKABUMIUPDATE.COM - Bupati Garut Rudy Gunawan telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja dan Kesbang Polinmas untuk menertibkan pemungut dana sumbangan bencana banjir di jalanan Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena dipandang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

"Harus ada koordinasi (pemungut), makanya kita akan menertibkan karena mengganggu lalu lintas," kata Bupati di Markas Kodim 0611 Garut, Minggu.

Ia mengatakan pemungut dana di jalan-jalan terkesan menganggu kenyamanan masyarakat, bahkan arus lalu lintas.

Masyarakat, lanjut dia, tidak perlu meminta-minta sumbangan di jalan raya, karena saat ini pemerintah masih mampu untuk menanggulangi korban banjir.

"Kebanyakan yang nyarinya juga bukan korban banjir, pemda juga masih mampu untuk membantu para korban banjir," kata Rudy.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Mlenik Maumeriadi menyatakan, jajarannya bersama Satuan Kesbangpolinmas dan Kepolisian Resor Garut siap menertibkan pemungutan sumbangan bencana di jalanan wilayah kota Garut.

Menurut dia koordinasi dengan institusi lain itu karena di jalanan terdapat tindakan kewenangannya yang berbeda.

"Kita koordinasi dengan polisi untuk penindakan pelanggar lalu lintas dan preman di jalanan, lalu Kesbangpol menindak ormas-ormas atau LSM yang meminta-minta sumbangan di jalanan," katanya.

Ia menjelaskan penertiban itu karena mengganggu arus lalu lintas juga tidak jelasnya pertanggungjawaban dari hasil pemungutan itu.

Selain itu, lanjut dia, aksi pemungutan sumbangan bencana di jalanan itu terlihat kurang etis dan khawatir ada pihak tertentu yang memanfaatkan bencana untuk keuntungan pribadinya.

"Kurang etis, kurang baik, dan tidak jelas pertanggungjawabannya, takutnya ada azaz manfaat," katanya.

Pemerintah Kabupaten Garut juga meminta masyarakat agar tidak menggelar kegiatan yang bersifat hiburan selama tanggap darurat bencana.

Tempat hiburan malam seperti karaoke juga dibatasi kegiatannya atau tidak terlalu terbuka karena akan menyakit warga lain yang menjadi korban banjir.

Sumber : Dok. sukabumiupdate.com
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak orang berburu hidup sehat di usia 50 tahun ke atas agar bisa awet muda, dan rela menggelontorkan uang yang tidak sedikit bahkan hingga perawatan ke luar...

SUKABUMIUPDATE.com - Pakar menyebut anak yang terlalu banyak diam di rumah dan minim interaksi dengan orang lain bisa mempengaruhi kecerdasan sosialnya. Dilansir ANTARA, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda...

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Cicurug, Cidahu dan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020) lalu, menimbulkan simpati yang mendalam dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas dan mahasiswa. Sejumlah...

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah mendapat laporan soal aksi pencurian di Kantor Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Polsek Simpenan langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). "Iya tadi anggota Polsek Simpenan sudah...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya