Menu

14 Agu 2016, 10:48 WIB

Nelayan Sekarang Bisa Pantau Cuaca Sebelum Melaut

| Sumber Foto:Istimewa.

SUKABUMIUPDATE.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengusulkan pemasangan papan ‘runing text’ yang memuat informasi cuaca terkini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di tempat pelelangan ikan.

"Ke depan di TPI (tempat pelelangan ikan) akan dilengkapi informasi teknologi melalui papan ‘running text’ yang menyampaikan informasi cuaca dari BMKG," kata Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap DKP Bantul, Yus Warseno di Bantul Minggu. (14/08/2016).

Menurut dia, pemasangan fasilitas layanan informasi cuaca terbaru dari lembaga kompeten berupa monitor teks berjalan di TPI kawasan pantai selatan Bantul itu sudah diusulkan instansinya untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2017.

"Running text cuaca BMKG harapannya tahun depan, sehingga nelayan akan mengetahui persis informasi cuaca, dan mudah-mudahan bisa memperlancar operasional dan jadi petunjuk nelayan untuk turun (melaut)," katanya.

Bahkan kata dia, teks berjalan tersebut bisa bermanfaat di sektor pertanian karena bisa menjadi patokan petani untuk masa tanam, kemudian peringatan bagi pengunjung pantai selatan jika informasi cuaca memprakirakan terjadi gelombang tinggi.

"Sehingga itu (running text) di TPI tidak hanya untuk gaya-gaya saja, apalagi pemerintah juga ingin TPI itu menjadi tempat wisata dan edukasi. Kami juga sudah sosialisasikan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)," katanya.

Yus Warseno mengatakan, di sepanjang pantai selatan Bantul saat ini telah terdapat enam TPI, mulai dari timur ke barat yaitu TPI Pantai Depok, TPI Mancingan di Pantai Samas, TPI Patihan di Pantai Gua Cemara dan TPI Pantai Kuwaru dan TPI Pantai Pandansimo.

Pihaknya mengakui fasilitas pendukung kegiatan jual beli ikan laut tersebut sejauh ini masih belum dioptimalkan nelayan sebagai tempat melelang ikan, sehingga perlu ada upaya peningkatan sarana di antaranya papan ‘running text’ itu.

"Kita imbau nelayan nantinya mengikuti informasi cuaca BMKG dan memahami peraturan yang ada. Karena dengan ‘running text’ bisa tahu kondisi misalnya arah angin kecepatan sekian, dan yang akan diuntungkan mereka (nelayan)," katanya.(*)

Sumber : Istimewa.
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Bagi Yuko Ogasawara, 84 tahun, umur hanyalah sebuah angka. Pada usia 81 tahun, dia memasuki dunia film porno dengan meniti karir sebagai bintang film porno dan setelah...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyegelan yang dilakukan Koperasi Simpan Pinjam Dian Mandiri (Diman) pada rumah warga Kampung Bojonggenteng RT 06/02 Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi berujung mediasi di Mapolsek Bojonggenteng,...

SUKABUMIUPDATE.com - Bubble tea minuman yang terdiri teh, susu, dan bubble ini salah satu minuman yang sedang digemari. Namun jika mengkonsumsi bubble tea secara berlebihan dapat berdampak buruk pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus pneumonia di Wuhan mendapat perhatian dari organisasi kesehatan dunia (WHO) karena dinilai cukup meresahkan komunitas-komunitas tertentu, seperti yang berinteraksi dengan pasat laut atau pasat hewan lain....

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya