Light Dark

Pesta Miras di Jalan Djuanda, Tiga Pelajar Cianjur Bacok Karyawan Provider

Jawa Barat | 01 Dec 2020, 12:26 WIB

Pesta Miras di Jalan Djuanda, Tiga Pelajar Cianjur Bacok Karyawan Provider

Jawa Barat | 01 Dec 2020, 12:26 WIB
Sejumlah pelajar saat berada di Jalan Ir H Djuanda, Panembong, Cianjur, Senin (30/11/2020) malam. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Tiga orang pelajar SMK swasta di Kabupaten cianjur diciduk jajaran Satreskrim Polres cianjur setelah melakukan penganiayaan terhadap seorang pegawai salah satu perusahaan provider di Jalan Ir H Djuanda, Panembong, cianjur, Senin (30/11/2020) malam. 

Kejadian itu berawal saat sejumlah pelajar SMK mabuk-mabukan di pelataran parkir sebuah kantor perusahaan provider. 

Lalu salah seorang pegawai provider itu menegur sejumlah pelajar yang sebagian masih di bawah umur itu agar tidak mabuk-mabukan di pelataran parkir kantornya.

Tak terima ditegur, sejumlah pelajar itu lalu melakukan pengeroyokan terhadap korban. Tak puas melakukan pengeroyokan terhadap korbannya, sejumlah pelajar lainnya lalu mengambil senjata tajam dan langsung menghujamkannya pada korban. 

Akibatnya korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sayang, Cianjur.

BACA JUGA: Jalan-jalan Bawa Sajam, Puluhan Siswa SMK Cianjur Diamankan di Polres Kulonprogo Yogyakarta

Kasatreskrim polres cianjur, AKP Anton, mengungkapkan, tiga orang pelajar yang melakukan penganiayaan terhadap seorang pegawai provider di bilangan Jalan Ir H Djuanda, Panembong, Cianjur, berhasil ditangkap. 

Saat dilakukan penangkapan para pelajar itu dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras. Saat ini, para pelaku masih diperiksa secara mendalam oleh penyidik Satreskrim polres cianjur

"Tiga orang pelajar, yang diduga melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam berhasil ditangkap berikut dengan barang buktinya," kata Anton, kepada wartawan, Selasa (1/12/2020). 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sambung Anton, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 12/1951 Undang-Undang Darurat, pasal 351 KUHPidana, dan pasal 170 KUHPidana. 

"Dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. Mereka kini mendekam di sel tahanan Mapolres cianjur. Kami tindak tegas setiap pelaku tindak pidana di wilayah Cianjur," tegasnya.

Image

Koko Muhamad

Redaktur

Image

DEDEN ABDUL AZIZ

Reporter