//
Menu

26 Okt 2020, 12:41 WIB

Sempat Membaik dan Makan 1 Kg Hati Sapi, Macan Tutul Penghuni Kawah Putih Akhirnya Mati

Proses evakuasi macan tutul yang ditemukan terluka di Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung. | Sumber Foto:Istimewa/SUARA.COM

SUKABUMIUPDATE.com - Macan tutul yang ditemukan terluka di Kawah Putih, Kabupaten Bandung pekan lalu akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Senin (26/10/2020). Kucing besar tersebut dinyatakan mati setelah mendapatkan perawatan di Kebun Binatang Bandung selama dua hari.

Setelah ditemukan warga dalam kondisi terluka pada Jumat (23/10/2020), macan tutul tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke Kebun Binatang Bandung untuk mendapatkan perawatan.

Kucing besar bernama latin Panthera Pardus Melas itu tiba di Kebun Binatang Bandung pada pukul 19.10 WIB, Jumat. Di sana, macan tutul tersebut mendapat perawatan dari tim dokter, perawat dan keeper Kebun Binatang Bandung serta tim dari BKSDA Jawa Barat.

"Tim BKSDA Jawa Barat, dokter dan keeper bekerja sampai Jumat dini hari untuk menginfus dan memberi antibiotik pada luka macan tutul," tulis keterangan pers dari Kebun Binatang Bandung.

Setelah melakukan berbagai macam upaya, macan tutul tersebut akhirnya tidak tertolong dan dinyatakan mati sekira pukul 07.00 WIB pagi tadi.

Selama perawatan, tim dokter telah memberikan dua tabung infus dan antibiotik untuk mencegah luka bekas jeratan talinya tidak bertambah parah.

BACA JUGA: Warga Kawah Putih Digegerkan Temuan Macan Tutul yang Terluka

Macan tutul betina ini sempat menunjukan kondisi membaik pada Sabtu (24/10/2020). Saat itu ia mampu menghabiskan 1 kilogram hati sapi dan sedikit daging cincang.

"Kondisi luka yang cukup parah dan sudah bernanah kemungkinan juga trauma yang menyebabkan macan tutul itu tidak bisa bertahan," tulis keterangan itu.

Dari video yang beredar, macan tutul ini tidak menunjukan perlawanan saat akan dievakuasi. Ini menunjukan kondisi macan tutul saat ditemukan warga sudah sangat lemah.

Tim Dokter Kebun Binatang Bandung memperkirakan macan tutul tersebut sudah lima hari berada di posisi tersebut dan tanpa mendapatkan makanan apapun.

"Saat kulitnya ditarik pun sudah sangat kering artinya kondisinya memang sudah lemah," jelasnya.

SUMBER: SUARA.COM

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Debenhams, department store asal London, Inggris menutup permanen gerainya setelah Arcadia Group mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Senin lalu. Arcadia Group sendiri tercatat memiliki lebih dari 2.500 gerai...

SUKABUMIUPDATE.com - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di area mushola SPBU Lodaya, Jalan Raya Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (2/12/2020) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat...

SUKABUMIUPDATE.com - Parlemen Jepang telah mengeluarkan Undang-undang untuk memberikan vaksin Covid-19 seluruh warga negara dengan biaya yang ditanggung pemerintah pusat. Dilansir dari Tempo.co, Undang-undang tersebut dikeluarkan setelah majelis tinggi parlemen...

SUKABUMIUPDATE.com - Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Cabang Cibadak melakukan penggiliran aliran air untuk sebagian wilayah layanan. Kepala Cabang Perumda AM TJM Cabang Cibadak Wini Andriani mengatakan penggiliran aliran ini dilakukan karena debit...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya