//
Menu

01 Okt 2020, 06:00 WIB

2 Sebab Ridwan Kamil Berkantor di Depok: Pantau Covid-19 dan Pilkada Serentak

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menelpon saat meninjau RSUD Depok di Sawangan, Selasa, 15 September 2020. | Sumber Foto:ANTARA/Asprilla Dwi Adha

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sengaja memilih berkantor di Depok untuk mengikuti permintaan pemerintah pusat agar berkonsentrasi menekan penyebaran Covid-19 di zona Bodebek di Jawa Barat.

“Hampir 70 persen permasalahan Covid di Jawa Barat disumbangkan di Bodebek, maka atas arahan dari pemerintah pusat, fokus penanganan ada di Bodebek,” kata dia, di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Rabu, 30 September 2020.

Ridwan Kamil mengatakan berkantor di Kota Depok agar bisa melakukan sejumlah hal dengan lebih intens. Depok juga sengaja dipilih karena sekaligus tengah menggelar pilkada serentak.

“Saya berkesempatan untuk melakukan kegiatan lebih intensif di daerah-daerah yang zona merahnya tinggi, dan kebetulan ada pilkada, sehingga memberikan semangat juga. Oleh karena itu, satu minggu sekali, sehari atau dua hari, tergantung situasi, saya mungkin akan banyak di daerah Bodebek, khususnya di Depok,” kata dia.

Dia berencana menggeser agenda hariannya di Depok, sekaligus memantau penanganan Covid-19 di zona Bodebek. “Itu adalah bagian dari komitmen Gugus Tugas, khususnya gubernur untuk bisa secara fokus di Bodebek. Dan saya putuskan di Bodebek, kami memantau dari Depok,” kata dia.

Ia mengatakan tengah bersiap untuk berkantor di Depok. “Saya bekerja di mana, tinggal di mana, sedang kami persiapkan. Jadi intinya ada pergeseran agenda gubernur, satu hari minimal dalam satu minggu, tidak ada di Bandung, kami akan fokus sampai beberapa bulan ke depan. Mudah-mudahan ini menyemangati tim Gugus Tugas Bodebek khususnya, agar tadi sumbangan 70 persen itu bisa kita tekan sekecil-kecilnya,” kata dia.

Ia mengatakan cara ini sudah dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi. “Kebijakan Jawa Barat itu sudah taktis, di mana ada zona merah, di mana ada statistik pelanggaran tinggi maka Pak Kapolda dan Pak Pangdam itu mengirimkan tim teritorialnya untuk mem-back-up. Contoh sekarang di Kota Cirebon, maka Polda menugaskan di kabupaten/kota itu adalah pejabat-pejabat utama untuk bertanggung-jawab dalam mengendalikan dan menurunkan zona merah ke zona lebih ringan,” kata dia.

Dia mencontohkan, saat ini Wakapolda Jawa Barat tengah berkantor di Kota Bogor. “Contoh di Kota Bogor, Pak Wakapolda sedang ngantor di sana, kasarnya begitu. Ditugaskan oleh Pak Kapolda untuk memastikan Kota Bogor turun dari zona m erah. Tapi sebenarnya, gubernur berkantor sehari atau dua hari di Depok tidak saya saja, itu dilakukan oleh pejabat-pejabat utama Polda. Ini kekompakan Gugus Tugas untuk melakukan tindakan lebih,” kata Ridwan Kamil.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman mengatakan, memasuki masa tenang pilkada serentak 2020 ini pihaknya akan melakukan pemusnahan surat suara yang rusak. Ferry menuturkan, format...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan alias OTT pejabat di Kementerian Sosial. "KPK telah melakukan tangkap tangan terhadap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada Program Bansos Kemensos,"...

  SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi mengkonfirmasi adanya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang reaktif berdasarkan hasil rapid test yang difasilitasi KPU. "Petugas KPPS difasilitasi oleh KPU...

SUKABUMIUPDATE.com - Pelayanan di Puskesmas Cikidang Kabupaten Sukabumi sementara ini dibatasi dengan melakukan pengurangan jam operasional. Hal itu menyusul ditemukannya pegawai puskesmas yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Pelayanan gak ditutup ya,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya