Menu

10 Agu 2020, 16:43 WIB

Pasar Rakyat Ciranjang Cianjur Kebakaran, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Pasar Rakyat Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, terbakar pada Senin (10/8/2020). | Sumber Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Pasar Rakyat Ciranjang yang berlokasi di Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, terbakar sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (10/8/2020).

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi di siang bolong ini. Belum bisa ditaksir berapa kerugian yang dialami para pedagang.

Wanwan Ridwan, mantan staf KPU Kabupaten Cianjur, yang berada di lokasi kejadian menuturkan, saat kejadian dia di jalan depan pasar. Dia melihat asap tebal membubung dari bagian tengah barat pasar.

"Awalnya tampak asap tebal dari arah tengah bagian barat pasar. Kejadian sekitar pukul 14.30 WIB," ujar Wanwan saat dihubungi sukabumiupdate.com, Senin (10/8/2020).

BACA JUGA: Gempa Cianjur Terasa Sampai Jakarta, Ini Penjelasan BMKG

Wanwan melihat orang-orang yang panik keluar dari dalam pasar. Apalagi saat api mulai membesar dan merembet ke bangunan lain. "Ada terdengar suara ledakan, mungkin tabung gas atau lain. Orang-orang tampak panik," kata Wanwan.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadi, menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut Hendri jumlah kios yang terbakar masih dalam pendataan. Sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Hendri mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan sebanyak 7 unit mobil pemadam kebakaran yang dikirim dari 5 pos damkar, dibantu 2 unit water canon dari Polres Cianjur. Khusus untuk bantuan water canon, difokuskan melakukan pemadaman di perbatasan pasar dengan pemukiman warga.

BACA JUGA: Pasca Pelemparan Bom Molotov, Kantor DPC PDIP Cianjur Dijaga Ketat

"Kita masih fokus pemadaman di sebelah barat, perbatasan pasar dengan pemukiman warga karena arah angin mengarah ke sana sehingga kobaran api masih sulit ditangani," kata Hendri.

Hingga pukul 15.30 WIB api masih belum bisa dipadamkan semua. Namun, Hendri menyebutkan bahwa untuk bagian lain pasar sudah bisa dinetralisir. "Kendala kami karena materi bangunan yang gampang terbakar serta hembusan angin cukup besar," tutur Hendri.

Hendri bersyukur hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Sementara kerugian yang dialami para pedagang masih dalam penghitungan. "Alhamdulillah, tak ada korban jiwa. Untuk kerugian kami belum bisa menaksir karena masih dalam pendataan," imbuh dia.

Reporter : DEDEN ABDUL AZIZ
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Penambahan kasus positif Covid-19 di tanah air beberapa hari terakhir nyaris mencapai angka 5 ribu. Sabtu (26/9/2020) per pukul 12.00 WIB saja kasus positif bertambah sebanyak 4.494...

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Kampung Padaraang, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, terkait tidak berfungsinya tower Base Transceiver Station (BTS) salah satu provider, mendapat tanggapan pihak...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Umum Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) Ayep Zaki menjadi pembicara dalam acara pelantikan dan rapat kerja Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kota Sukabumi, Sabtu (26/9/2020). Pria yang akrab...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sebanyak 4,86 juta orang penerima manfaat telah mendapatkan bantuan pemerintah lewat program Kartu Prakerja.  Dilansir dari Tempo.co, program bantuan Kartu Prakerja ini...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya