//
Menu

26 Jul 2020, 10:00 WIB

Depok Bolehkan Resepsi Pernikahan dan Khitanan, Begini Syaratnya

Tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin Kumala dan Putri beserta keluarganya dengan menjaga jarak fisik saat simulasi resepsi pernikahan di masa new normal di Hotel Royal Singosari Cendana, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 6 Juli 202 | Sumber Foto: ANTARA/Moch Asim

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota Depok mengizinkan resepsi pernikahan dan khitanan mulai digelar di wilayahnya. 

Mengutip Tempo.co, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, kebijakan itu dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Depok terbaru nomor 49 tahun 2020.

"Dalam Peraturan Wali Kota Depok Nomor 49 Tahun 2020 tersebut, kegiatan perayaan khitanan dan kegiatan perayaan pernikahan sudah mulai diperbolehkan," kata Idris dalam keterangan pers, Sabtu 25 Juli 2020.

Idris mengatakan, meski sudah diperbolehkan, aturan ketat protokol kesehatan tetap berlaku dalam pelaksanaannya.

Syarat dalam resepsi pernikahan dan khitanan di Depok, misalnya, tidak boleh ada kontak fisik secara langsung seperti bersalaman dan berpelukan baik antara penyelenggara, tamu maupun antar tamu yang hadir.

Undangan dibatasi paling banyak 50 orang dalam setiap 1 jam atau jika menggunakan tenda terbuka luar ruangan diatur 50 persen dari kapasitas. Jika menggunakan gedung dan ruang tertutup diatur 30 persen dari kapasitas.

"Tidak diperkenankan jamuan makan secara prasmanan, makanan disiapkan dalam boks atau take away," kata Idris.

Syarat lain yang wajib dipenuhi adalah menggunakan masker, menjaga jarak fisik minimal 1,5 meter dan menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer di lokasi acara.

Selain perayaan pernikahan dan khitanan, Idris juga membolehkan festival seni budaya dalam skala kecil. "Hal ini dimaksudkan untuk menggairahkan kembali aktifitas para pekerja seni yang dalam beberapa bulan ini tidak beraktifitas,” kata Idris.

Wali Kota Depok mengingatkan, jika dalam pelaksanaan resepsi pernikahan dan khitanan maupun festival seni budaya itu terdapat ketidaksesuaian dengan aturan yang berlaku, Pemkot akan melakukan penertiban. 

"Mari kita maknai seni budaya secara positif sebagai khasanah kekayaan budaya bangsa, kita dapat memilih dan memilah seni budaya yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku," kata Idris.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah ruang kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi ambruk pada Sabtu (5/12/2020) sekira pukul 05.00 WIB. Perangkat Desa Rambay Samhudin mengatakan,...

SUKABUMIUPDATE.com – Jumlah petugas medis dan tenaga kesehatan di Indonesia yang wafat akiba Covid-19 tris bertambah. Bahkan - Dalam kurun waktu seminggu pertama bulan Desember 2020, angka kematian tenaga...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemuda Kampung Cipeusing RT 01/05 Desa dan Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, berinisiatif mendirikan Bank Sampah Cipeusing (BSC). Selain untuk memberikan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke Sungai...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman mengatakan, memasuki masa tenang pilkada serentak 2020 ini pihaknya akan melakukan pemusnahan surat suara yang rusak. Ferry menuturkan, format...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya