Menu

16 Jul 2020, 21:00 WIB

Tawuran di Bogor, 1 Pelajar SMP Tewas Bersimbah Darah Terkena Celurit

Ilustrasi mayat. | Sumber Foto:Antara

SUKABUMIUPDATE.com - Tawuran remaja terjadi di Kabupaten Bogor. Akibatnya seorang pelajar SMP berinisial SS (15) asal Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat tewas. Dilansir suara.com, delapan pelaku diamankan Polsek Cileungsi pasca terjadinya tawuran pada, Minggu (12/7/2020).

"Alhamdulillah kami telah berhasil menangkap 8 orang anak pelaku aksi tawuran yang mengakibatkan seorang pelajar SMP meninggal dunia," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dikutip dari AyoBogor—jaringan Suara.com—Kamis (16/7/2020).

"Almarhum berinisial SS ini meninggal dunia karena terkena luka bacok dengan menggunakan senjata tajam cerulit dalam aksi tawuran," lanjutnya.

Penangkapan para anak pelaku ini dilakukan oleh Timsus Polsek Cileungsi di wilayah Cileungsi, Jonggol dan Cariu.

"Untuk barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku tawuran berupa 3 buah senjata tajam jenis celurit," kata Roland.

sumber: suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Soal dugaan klaster Covid-19 , juru Bicara Patra Jasa Rina Martha membenarkan adanya penghentian sementara pembangunan Graha Pertamina.  Mengutip Tempo.co, penghentian dilakukan karena ada prosedur protokol kesehatan yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kapal Rusia MV Rhosus memulai pelayarannya membawa 2.750 ton amonium nitrat dari pelabuhan di Batumi, Georgia dengan tujuan akhir Mozambik di satu hari tahun 2013. Mengutip Tempo.co, kapten...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyanyi Widi Mulia tak nampak saat Dwi Sasono diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). Menurut pengacara aktor 40 tahun ini, personel B3 tersebut sibuk dengan...

SUKABUMIUPDATE.com - Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dipastikan bakal mendapat uang insentif sebesar Rp 1 juta sebagai pengganti biaya bensin atau ongkos ketika melakukan pemeriksaan. Ketua Tim Peneliti dari Fakultas...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya