//
Menu

21 Nov 2020, 17:48 WIB

Apa Rasanya Ya? Warga Kota Kecil Ini Gelap Tanpa Sinar Matahari Selama 60 Hari

ilustrasi hari tanpa matahari | Sumber Foto:freepik

SUKABUMIUPDATE.com – Pernah kamu berhari-hari berdiam diri di dalam kamar atau ruangan tanpa terpapar sinar matahari? Mungkin ini yang dirasakan oleh warga sebuah kota kecil di Alaska karena akan berpuluh hari tidak terpapar sinar matahari akibat fenomena malam kutub.

Dikutip dari tempo.co, sebuah kota kecil di Alaska akan diselimuti gelap tanpa paparan cahaya matahari selama dua bulan ke depan. Kota Utqiagvik, Alaska, yang sebelumnya bernama Barrow, terakhir kali mendapat cahaya matahari pada Kamis sampai 60 hari ke depan.

Kota kecil yang terletak di utara Lingkaran Arktik telah memasuki fase kegelapan tahunan, fenomena yang dikenal sebagai malam kutub. "Malam kutub adalah fenomena normal yang terjadi setiap musim dingin untuk Barrow (Utqiagvik), dan kota-kota lain di dalam lingkaran Arktik," kata ahli meteorologi Allison Chinchar, dikutip dari CNN, 20 November 2020.

Fenomena ini terjadinya setiap musim dingin karena kemiringan poros bumi. "Kemiringan ini membuat tidak ada cakram Matahari yang terlihat di atas cakrawala," ujar Chinchar.

Tapi itu tidak berarti kota itu akan benar-benar gelap. Sebagian besar jam siang hari akan melewati periode yang dikenal sebagai senja kecil, kata Chinchar.

"Bayangkan seperti apa langit sebelum matahari terbit, atau setelah matahari terbenam. Itulah yang mereka lihat selama beberapa jam sehari, dari sekarang hingga 22 Januari, ketika matahari secara terlihat lagi," kata Chinchar.

USA Today melaporkan, beberapa penduduk Alaska mempersiapkan diri dengan mengkonsumsi suplemen Vitamin D atau mengandalkan cahaya dari lampu HappyLight, cahaya buatan yang meniru siang hari, kata Carson Frank, seorang rekan di University of Alaska Museum of the North.

Kota ini bukan satu-satunya di Alaska yang mengalami fenomena ini, tetapi kota ini adalah urutan pertama dalam daftar lokasi malam kutub karena letaknya paling jauh di utara.

Penduduk Utqiagvik juga mendapat fenomena sebaliknya pada musim panas, dikenal sebagai matahari tengah malam atau siang kutub, di mana fenomena ini menyebabkan siang hari penuh tanpa malam selama 24 jam.

SUMBER: TEMPO.CO

 

Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, Rabu malam tadi (2/12/2020) sekira pukul 22.00 WIB, ikut membantu proses pemakamanan dengan protokol kesehatan di TPU (tempat pemakaman umum)...

SUKABUMIUPDATE.com - Debenhams, department store asal London, Inggris menutup permanen gerainya setelah Arcadia Group mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Senin lalu. Arcadia Group sendiri tercatat memiliki lebih dari 2.500 gerai...

SUKABUMIUPDATE.com - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di area mushola SPBU Lodaya, Jalan Raya Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (2/12/2020) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat...

SUKABUMIUPDATE.com - Parlemen Jepang telah mengeluarkan Undang-undang untuk memberikan vaksin Covid-19 seluruh warga negara dengan biaya yang ditanggung pemerintah pusat. Dilansir dari Tempo.co, Undang-undang tersebut dikeluarkan setelah majelis tinggi parlemen...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya