//
Menu

21 Nov 2020, 06:00 WIB

Kondisi 13 Jemaah Umrah Positif Covid-19 di Arab Saudi

Umat Muslim menjaga jarak saat melakukan umrah di Masjidil Haram setelah otoritas Saudi meringankan pembatasan untuk mencegah penularan penyakit Covid-19, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 1 November 2020. | Sumber Foto: Kantor Pers Saudi/Handout via REUTERS

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 13 jemaah umrah dinyatakan positif Covid-19 setibanya di Arab Saudi pada awal November 2020. Pelaksana Tugas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Oman Fathurahman mengatakan kejadian ini membuat pemerintah Arab Saudi kian ketat dalam memberlakukan pemeriksaan dan protokol kesehatan kepada jemaah umrah.

"Kementerian Agama berkoodinasi dengan Komisi VIII DPR, Kementeran Kesehatan, Badan Nasioinal Penanggulangan Bencana, dan otoritas Saudi untuk lebih ketat menerapkan protokol kesehatan bagi jemaah umrah," kata Oman dalam keterangan video pada Kamis, 19 November 2020, seperti dikutip dari Tempo.co.

Lantaran diketahui 13 jemaah umrah asal Indonesia positif Covid-19 saat menjalani swab PCR test di sana, pemerintah Arab Saudi sempat menunda penerbitan visa bagi jemaah umrah Indonesia.

Kini, menurut Oman, pemerintah Arab Saudi kembali menerbitkan visa untuk jemaah Indonesia. Dan mulai Minggu, 22 November 2020 besok, jemaah umrah asal Indonesia bisa diberangkatkan ke Arab Saudi.

Oman menjelaskan, sebanyak 13 jemaah umrah yang dinyatakan positif Covid-19 di Arab Saudi terpaksa memperpanjang masa karantina di sana. Mereka yang berasal dari rombongan dua gelombang pertama umroh di masa pandemi ini dilarang salat lima waktu di Masjidil Haram. Meski begitu, pemerintah Arab Saudi mengizinkan mereka melaksanakan umrah.

Pada gelombang pemberangkataan jemaah umrah berikutnya, menurut Oman, akan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat. Dia meminta penyelenggara ibadah umrah memastikan jemaah menjalani karantina sebelum berangkat.

"Pemerintah Arab Saudi juga mengevaluasi dan memperbaiki mekansime swab PCR test dan karantina di sana," ucap dia. Protokol kesehatan yang ketat ini, Oman melanjutkan, demi melindungi jemaah umrah agar tetap dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman di masa pandemi Covid-19.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ada banyak jenis makanan yang tidak sehat dan orang tidak bisa menahan diri untuk tidak memilikinya. Ini terjadi karena kecanduan makanan. Dilansir dari Tempo.co, ini terutama terjadi pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Tinggal serumah dengan orang yang positif Covid-19 bisa membuat khawatir dan stres. Meskipun penting untuk merawat yang sakit, orang juga perlu menjaga kesehatan sendiri karena mungkin saja...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan asrama haji akan menjadi tempat untuk karantina jemaah umrah sebelum berangkat. Ia menyebut lamanya karantina maksimal tiga hari. "Karena memang kita sudah sepakat...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) nomor 22 tahun 2020 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya