Menu

28 Jan 2020, 04:00 WIB

Hormati Korban, Netizen Diminta Tidak Melucu Soal Virus Corona

Foto tak bertanggal ini menunjukkan petugas medis berpose sembari mengepalkan tangannya di tengah kesibukan menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina. | Sumber Foto:REUTERS

SUKABUMIUPDATE.com - Pengamat media sosial dari Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengajak warganet untuk tidak melucu terkait berbagai soal virus corona yang mematikan karena sudah banyak jatuh korban.

"Sebuah negara warganya banyak yang meninggal, keluarganya berduka, dunia ketakutan. Mengapa masih ada yang menyebar meme meledek, melaknat bahkan bikin pengumuman dengan bahasa Mandarin untuk lucu-lucuan?" kata Hariqo kepada wartawan di Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

Menurut dia, menggiring isu corona sebagai bercanda karena bertentangan dengan nilai Pancasila sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab atau tentang humanitas. Ia mengatakan latar belakang kebencian jangan justru bercanda soal corona dengan banyak warga Cina yang menjadi korban.

"Diperlukan kehati-hatian dalam mengambil kesimpulan, sebab kesimpulan yang buru-buru bisa menyakiti orang lain di media sosial," katanya.

Untuk itu, Hariqo mengimbau agar pengguna media sosial lebih hati-hati dan sensitif, membaca banyak berita dan tidak mengandalkan informasi dari media sosial dan WhatsApp saja. Hariqo juga menyayangkan konten-konten tak beradab di tengah kematian manusia yang terus berjatuhan.

Dia mencontohkan salah satu warganet yang memposting di media sosialnya demikian, 'Gong Xi Fa Cai! Apakah di Tiongkok pas angpao dibuka isinya virus corona?'. "Virus kebencian lebih berbahaya dari virus corona. Hanya karena satu berita, di antara kita langsung menyimpulkan. Musibah apapun banjir, gempa, utamakanlah empati pada korban, bukan dipolitisasi," katanya.

 

Sumber : tempo.co

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Polda DIY telah memeriksa 13 orang yang dianggap mengetahui tragedi susur sungai SMP 1 Turi di Sungai Sempor, Sleman. Dari pemeriksaan tersebut, polisi telah menetapkan satu orang...

SUKABUMIUPDATE.com - Masih banyak misteri tersimpan di laut dalam, termasuk dengan para penghuninya. Paling baru, peneliti dibuat kaget dengan penemuan cumi-cumi raksasa dan hiu bercahaya. Para peneliti yang tergabung dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan listrik yang sering kali padam. Dalam sehari, bisa terjadi tiga kali padam. Sekali padam bisa sampai satu jam.  Menurut warga Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu orang Pembina Pramuka sekaligus guru di SMPN 1 Turi Sleman dengan inisial IYA sebagai tersangka kasus susur sungai. Status tersangka itu ditetapkan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya