Menu

Sabtu, 24 Agustus 2019, 18:38 WIB

Google Melarang Karyawan Diskusi Politik

Logo Google di depan kantor pusat Google Cina di Beijing, Senin,(25/01). Pemerintah Cina membantah keterlibatan dalam serangan Internet setelah AS mendesak untuk menyelidiki keluhan tersebut. | Sumber Foto:AP Photo/Alexander F. Yuan.

SUKABUMIUPDATE.com - Google menerbitkan aturan baru pada seluruh karyawan perusahaan itu, yakni melarang karyawannya mendiskusikan politik dalam layanan pesan internal. Diskusi politik antar karyawan dikhawatirkan bocok dan bisa merusak kepercayaan publik kepada Google.

Aturan baru Google diterbitkan pada Jumat, 23 Agustus 2019, di tengah-tengah derasnya tudingan Google bersikap bias. Dalam aturan baru itu, Google meminta pada karyawannya agar bertanggung jawab, bersikap saling membantu dan berhati-hati dalam menggunakan seluruh bentuk komunikasi internal, termasuk mencegah pembicaraan politik. 

"Membagikan informasi dan gagasan dengan rekan kerja bisa membantu membangun komunitas, tetapi perdebatan politik atau pemberitaan terbaru itu mengganggu hari-hari kerja dan tidak diperbolehkan," demikian bunyi aturan Google.

Dikutip dari rt.com, Sabtu, 24 Agustus 2019, Google berpandangan aturan tersebut adalah hal yang natural bagi sebuah perusahaan yang berharap karyawannya benar-benar fokus bekerja ketimbang memperdebatkan politik sepanjang pekan. Google juga saat bersamaan muncul dengan gagasan ingin memiliki citra sendiri di mata publik sehingga mendesak para karyawannya untuk hanya berbicara yang baik tentang Google karena tindakan ceroboh karyawan itu bisa menciderai kepercayaan publik pada produk-produk Google.

Sebelumnya beberapa pekan ini kebocoran yang dilakukan sejumlah mantan karyawan Google telah membuat perusahaan itu dituding bias politik dan melakukan sensor di perusahaan dengan memblokir situs yang secara tidak proporsional menargetkan suara pusat yang mendorong hasil pencarian ke arah politik tertentu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal pekan ini menuduh Google memanipulasi keputusan pemilu 2016 dengan menguntungkan lawan politiknya Hillary Clinton dari Partai Demokrat. Google juga menghadapi tuntutan karena rendahnya penanganan laporan kekerasan seksual di tempat kerja sehingga menyebabkan seorang karyawan mengundurkan diri sebagai bentuk protes.

Sumber: Tempo.co

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Peristiwa mengejutkan terjadi di buah klub malam O'Club di Toulouse, Perancis. Seorang pengunjung melahirkan di lantai dansa. Pengunjung tersebut diketahui merupakan seorang perempuan berumur 19 tahun. Kala itu, ia...

SUKABUMIUPDATE.com - Komite akreditasi nasional melakukan survei akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cipari, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (14/11/2019). Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan,...

SUKABUMIUPDATE.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI mendesak pemerintah agar serius dalam menanggulangi kebakaran hutan dan Lahan. PKS mengusulkan untuk segera dibentuknya Panitia Kerja (Panja) kebakaran hutan...

SUKABUMIUPDATE.com - Tenaga Ahli Pengembangan Pesawat Terbang PT Dirgantara Indonesia (DI), Andi Alisjahbana, memberi saran pada Juju, pemuda Sukabumi yang tengah merakit helikopter, untuk membuat gyrocopter. “Yang lebih mungkin dia...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya