Menu

02 Agu 2017, 12:59 WIB

Menunggu Gebrakan Koalisi MASAGI Tawarkan Figur Pemimpin Baru di Pilkada Kota Sukabumi 2018

Suasana deklarasi Koalisi MASAGI. | Sumber Foto:Herry Febrianto

SUKABUMIUPDATE.com - Langkah Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan Kota Sukabumi, terlebih dahulu mendeklarasikan Koalisi Masyarakat Membangun Kota Sukabumi (MASAGI) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 patut diacungi jempol. 

Meski masih kurang satu kursi untuk bisa mengusung pasangan calon, apakah gebrakan partai yang dipimpin Faisal Anwar dan Ima Slamet tersebut mampu menjadi poros tengah sebagai alternatif bagi masyarakat untuk memilih sosok ataupun figur pemimpin baru di Kota Sukabumi selama lima tahun yang akan datang. 

"Sangat mungkin MASAGI jadi poros tengah, dengan keterbatadan kandidat yang ada. Tinggal menunggu satu atau dua partai, agar bisa bersama kita," ujar Sekretaris PAN, Tendy Lukmana Hakkim kepada sukabumiupdate.com, Rabu (2/8).

BACA JUGA: Dari Satu Mobil Muncul Wacana Koalisi Partai Merah, Kuning, Hijau di Pilkada Kota Sukabumi

Tendy menilai, kondisi kandidat saat ini yang digadang-gadang sangat terbatas. Sehingga kemungkinan mengusung figur baru bisa saja. 

"Kecenderungan masyarakat masih berkutat di figur kandidat yang lama, tapi bagi kami kalau tidak bisa merubah Kota Sukabumi secara komprehensif harus mengambil kandidat baru. Intinya, siapapun kandidatnya harus memberikan solusi untuk masyarakat," katanya.

BACA JUGA: Ini Jawaban PAN-PPP Soal Koalisi di Pilkada Kota Sukabumi Berbeda dengan Pilgub Jabar

MASAGI sendiri menargetkan sekurang-kurangnya dua partai lagi menjadi kawan koalisi, diantara bulan Agustus dan September. 

"Target kita bisa koalisi besar dengan teman-teman parpol lain, jika mereka memahami dan cocok dengan konsep yang kita tawarkan," tegas Tendy.

Dijelaskannya, menang di Pilkada menjadi target utama Koalisi MASAGI. Karena kemenangan merupakan awal dari kerja keras untuk membangun Kota Sukabumi, menjadi lebih jelas dan memiliki orientasi.

BACA JUGA: Sah, Koalisi Masagi PAN-PPP di Pilkada Kota Sukabumi 2018

Beberapa konsep juga ditawarkan, pertama, merubah Pendapatan Asli Daerah bisa menjadi 50-50 antara RSUD R Syamsudin, SH dan Pemkot Sukabumi. Karena penyumbang PAD terbesar saat ini berasal dari rumah sakit.

Penataan kota dan Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mewujudkan Kota Sukabumi ramah, aman, nyaman dan bebas banjir seperti di tahun 80 an menjadi konsep kedua yang ditawarkan. 

"Bagaimana masyarakat saat berjalan kaki dan berbelanja nyaman, termasuk pembangunan yang berorientasi pada lingkungan," pungkas Tendy.

Redaktur : HERRY FEBRIANTO
Sumber : Herry Febrianto
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sekelompok orang yang diduga geng motor tega membacok pasangan suami istri (Pasutri) di Kampung Cipulus, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/7/2020) malam. Informasi yang dihimpun, peristiwa...

SUKABUMIUPDATE.com - Gelandang Persija Jakarta Marc Klok akan segera merampungkan proses naturalisasi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Pesepakbola asal Belanda itu sudah bertemu dengan perwakilan DPR dan telah memberikan...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyelenggaraan seri balap MotoGP di Amerika Serikat resmi dibatalkan karena pandemi virus corona yang belum kunjung membaik. Dilansir dari tempo.co, otoritas Circuit of the America (COTA) mengonfirmasi...

SUKABUMIUPDATE.com - Dihentikan sementara sejak pandemi virus corona di Eropa pertengahan Maret silam, Liga Champions dan Liga Europa akan menuntaskan format babak gugur langsung dalam "final delapan" yang unik,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya