Menu

Sabtu, 29 Juli 2017, 17:37 WIB

Koalisi Masagi PAN dan PPP Jelang Pilkada Kota Sukabumi, Tidak Terpengaruh Isu Presidential Treshold

Ilustrasi Koalisi Masagi PAN dan PPP. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Munculnya dua kubu partai politik yang menolak dan mendukung penetapan Presidential Treshold atau Ambang Batas Pencalonan (PT/ABP) Presiden di 2019, ternyata tidak mempengaruhi keputusan DPD PAN serta DPC PPP Kota Sukabumi untuk berkoalisi di Pilkada 2018.

Terbukti, kedua parpol tersebut Minggu (30/7) besok, akan menggelar deklarasi Koalisi Masagi. Meski, Partai Demokrat, PAN, Gerindra dan PKS menjadi kubu yang menolak PT/ABP. Sementara PDIP, Golkar, NasDem, Hanura PPP dan PKB menjadi partai yang mendukung langkah pemerintah.

BACA JUGA: Hanya Enam Kursi, Kemana Arah Koalisi Masagi PAN-PPP di Pilkada Kota Sukabumi?

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukabumi, Yana Fajar Basori, melihat tidak ada kecenderungan koalisi parpol di pusat yang menolak PT/ABP berimbas ke daerah.

"Sehingga pimpinan partai lokal, bisa menentukan koalisi dengan partai manapun," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (29/7).

Menurutnya, dinamika komunikasi parpol dipusat saat ini arahnya bersekutu pada di Pilpres 2019. Kemungkinan diikuti oleh daerah atau tidak, tentu perlu cermat mempertimbangkan konteks politik lokal yang berkembang, seperti PAN dan PPP di Kota Sukabumi. Bahkan dalam perspektif pemerintahan yang terdesentralisir, keputusan PAN dan PPP untuk bersekutu sudah benar. 

BACA JUGA: Tunggu Kejutan, PAN Isyaratkan Koalisi Besar di Pilkada Kota Sukabumi 2018-2023

"Kecuali jika urusan partai harus tersentralisir dan menafikan konstelasi politik loka. Jika itu yang terjadi, saya sebut anomali desentralisasi," pungkas Yana.

Redaktur : HERRY FEBRIANTO
Sumber : Istimewa
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sudah empat bulan otoritas India melarang salat Jumat diadakan di masjid Jama, masjid terbesar etnis Muslim Kashmir di kota Srinagar. Larangan salat Jumat di masjid berusia 600 tahun...

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) tak sepakat dengan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Mereka menilai masih banyak hukuman lain yang bisa membuat jera pelaku korupsi. "Masih banyak cara untuk...

SUKABUMIUPDATE.com - Dengan bergabungnya Johann Zarco ke tim Avintia Racing, praktis kursi pembalap MotoGP 2020 sudah menjadi paten. Hal ini dikarenakan kontrak pembalap yang rata-rata masih berlanjut hingga akhir 2020...

SUKABUMIUPDATE.com - Petinju Anthony Joshua merebut kembali gelar juara dunia kelas berat IBF, WBA, WBO usai mengalahkan Andy Ruiz Jr. Tiga juri memutuskan Joshua menang angka mutlak. Di balik duel...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya