Menu

Jumat, 28 Juli 2017, 13:11 WIB

Jelang Pilkada Kota Sukabumi Andri Hamami Nyebrang ke Demokrat, Benar atau Hoax?

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PD Muhammadiyah Sukabumi, Yana Fajar Basori. | Sumber Foto:Herry Febrianto

SUKABUMIUPDATE.com - Tiga opsi pasangan calon (Paslon) yang dipersiapkan DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi hingga memunculkan nama Andri Setiawan Hamami, guna mengantisipasi kemungkinan maju tidaknya Mohamad Muraz di Pilkada 2018 menjadi pertanyaan berbagai pihak. 

Seperti diberitakan sukabumiupdate.com, sebelumnya, Ketua Bidang Humas dan Publikasi DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi, Aldo Andreas Darmawan menyebutkan opsi pertama yakni Mohamad Muraz tetap akan disandingkan dengan dengan Achmad Fahmi jika memutuskan kembali maju mencalonkan di Pilkada. Sehingga peluang Mufakat Jilid II kembali terjadi di Kota Sukabumi. 

BACA JUGA: Akui Andri Sosok Berpengalaman, PKS: Terbuka Lebar Peluang FAHAM di Pilkada Kota Sukabumi

Sementara opsi kedua, Mohamad Muraz- Andri Setiawan Hamami (MANDIRI). Namun jika tidak mencalonkan kembali, lalu opsi ketiga Partai Demokrat akan mengusung pasangan Achmad Fahmi-Andri Hamami (FAHAM).

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukabumi, Yana Fajar Basori menilai, idealnya Partai Demokrat harus mengusung kader internalnya. Kecuali selama lima tahun berkuasa tidak mempersiapkan calon untuk maju di Pilkada.

BACA JUGA: Keseriusan Sekda Maju di Pilkada Kota Sukabumi Dipertanyakan

“Apa karena kaderisasi partai yang mandek hingga, muncul orang-orang lama,” ujar Yana, Jumat (28/7).

Yana justru mempertanyakan munculnya nama Andri yang notabene merupakan kader Golkar dalam tiga opsi yang dipersiapkan Partai Demokrat dan bukan Jona Arizona sebagai Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi.

 

“ Kita analisa yang tampak dipermukaan secara nyata jika Ketua Golkar adalah Jona, lalu apa yang menyebabkan nama Andri begitu kuat muncul. Atau mungkin mereka (Andri-Demokrat-red) sudah sepakat, itu hak mereka,” katanya.

BACA JUGA: Isu Hangat Pasar Pelita Jelang Pilkada Kota Sukabumi, Asep Deni: Sasaran Pesaing Lemahkan Incumbent

Menurut Yana, Andri dan Jona pernah sama-sama kalah di Pilkada 2013. Lalu sekarang tiba-tiba muncul nama Andri dalam tiga opsi calon yang dipersiapkan Partai Demokrat. “Jangan-jangan opsi tersebut hanya berita hoax,” katanya.

Yana tidak menampik, jika dalam pengambilan keputusan politik dipengaruhi dari kalangan internal dan eksternal partai. "Tidak percaya jika Demokrat mendorong kader yang lain, karena logika kekuasaan senantiasa menciptakan situasi keberlanjutan kekuasaannya. Karena itu , kader internal menjadi niscaya," pungkasnya.

Redaktur : HERRY FEBRIANTO
Sumber : Herry Febrianto
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com -  Berdasarkan sebuah penelitian tim dari Universitas di Buffalo, New York, yang dilakukan terhadap 11.084 wanita pasca menopause, menunjukkan, kurang tidur ternyata dapat membahayakan kesehatan tulang. "Studi kami menunjukkan...

SUKABUMIUPDATE.com -  Para ilmuwan untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menemukan gula di dalam meteor, demikian diwartakan UPI, Rabu (20/11/2019). Temuan yang diterbitkan dalam jurnal PNAS pekan ini, mendukung teori...

SUKABUMIUPDATE.com -  Google Chrome memiliki dark mode untuk versi dekstop dan smartphone. Tetapi mode gelap ini diaktifkan dengan cara yang berbeda untuk setiap sistem operasi sehingga tidak semua orang...

SUKABUMIUPDATE.com -  Semen Padang FC sukses mengamankan tiga poin setelah menaklukkan tamunya, Kalteng Putra dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan pekan ke-28 Liga 1 2019 pada Kamis (21/11/2019) malam. Pada...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya